# Burnout Orang Tua Itu Nyata, dan Bukan Tanda Anda Kurang Sayang Anak

> Merasa kosong saat anak terus memanggil bukan berarti Anda kurang sayang. Kenali parental burnout dan cara menyeimbangkan beban pengasuhan.

Sumber: https://familio.id/artikel/burnout-orang-tua · Jurnal & kesehatan emosi · 26 September 2026 · Familio

## Inti artikel

- Burnout orang tua adalah kelelahan menetap yang disertai jarak emosional, hilangnya rasa senang dan mampu, serta perasaan telah berubah.
- Studi Roskam pada 2021 terhadap 17.409 orang tua di 42 negara menemukan prevalensi hampir 0% hingga 9,8%.
- Faktor terkuat yang berkaitan dengan burnout bukan jumlah anak, jam mengasuh, atau kesenjangan ekonomi, melainkan budaya individualistis.
- Burnout orang tua berkaitan dengan keinginan kabur, pengabaian anak, serta kekerasan verbal, fisik, dan psikologis.
- Orang tua dapat mulai memulihkan keseimbangan dengan menurunkan standar, meminta bantuan spesifik, dan menjadwalkan waktu jeda.

Sari mengakui sesuatu yang belum pernah ia ceritakan kepada siapa pun. Suatu sore, anaknya yang berumur empat tahun memanggil, "Bunda, lihat!" untuk ke-40 kalinya. Sari tidak menoleh. Bukan karena marah, melainkan karena ia merasa kosong. Malamnya, ia menangis karena merasa menjadi ibu yang buruk.

Kalau cerita ini terasa dekat, dengarkan baik-baik: **rasa kosong itu bukan tanda Anda tidak sayang anak**. Itu bisa menjadi tanda bahwa Anda sudah terlalu lama memberi dari tangki yang kosong. Kondisi ini bernama parental burnout atau burnout orang tua, dan sekarang sudah diteliti secara serius.

Burnout orang tua bukan sekadar lelah setelah hari yang sibuk. Ia muncul ketika beban pengasuhan terus lebih berat daripada sumber daya yang membantu Anda menjalaninya. Jalan keluarnya bukan menjadi orang tua yang makin sempurna, tetapi mengurangi pemberat dan menambah penolong.

## Apa bedanya burnout orang tua dan capek biasa?

Peneliti Belgia Isabelle Roskam dan Moïra Mikolajczak mendefinisikan burnout orang tua melalui empat gejala yang muncul bersamaan:

- Kelelahan yang intens terkait peran sebagai orang tua, bahkan setelah tidur.
- Menjauh secara emosional dari anak. Anda tetap mengurus makan dan mandinya, tetapi melakukannya seperti autopilot.
- Kehilangan rasa senang dan rasa mampu sebagai orang tua.
- Merasakan kontras dengan diri yang dulu, seperti berpikir, "Saya bukan orang tua yang dulu saya bayangkan."

Capek biasa hilang setelah liburan. Burnout tidak. Kondisi ini menetap dan menggerogoti pelan-pelan, sehingga tidur saja belum tentu mengembalikan rasa hadir saat bersama anak.

Empat gejala ini juga membantu Anda menjelaskan keadaan kepada pasangan. Kalimat "aku capek" mudah dianggap sebagai keluhan sehari-hari. Penjelasan yang lebih spesifik membuat persoalannya terlihat lebih utuh.

## Seberapa umum burnout pada orang tua?

Pada 2021, tim Roskam mengumpulkan data dari 17.409 orang tua di 42 negara. Studi berjudul *Parental Burnout Around the Globe: a 42-Country Study* tersebut menemukan prevalensi yang berkisar dari hampir 0% di beberapa negara hingga 9,8% di Belgia.

Temuan yang paling menarik adalah faktor terkuatnya. Bukan jumlah anak, bukan jam mengasuh, dan bukan pula kesenjangan ekonomi, melainkan budaya individualistis.

Dalam masyarakat yang menganggap pengasuhan sebagai proyek pribadi orang tua, standar bisa sangat tinggi sementara bantuan dari kampung tidak tersedia. Studi tersebut menemukan bahwa burnout lebih tinggi dalam kondisi budaya seperti ini.

Temuan itu menjadi peringatan bagi keluarga urban Indonesia. Kita mungkin masih merasa hidup secara kolektif, tetapi banyak keluarga sudah menjalani keseharian seperti keluarga individualis: jauh dari orang tua, tidak mengenal tetangga, dan mengikuti standar pengasuhan dari Instagram.

![Ibu berdiri di antara beban pengasuhan dan dukungan keluarga pada timbangan yang timpang.](https://familio.id/media/articles/01a0fc9a2162741d9f0177e0e482d1be.jpg)

## Mengapa burnout orang tua perlu ditangani?

Studi Mikolajczak, Gross, dan Roskam (2019) terhadap lebih dari 2.000 orang tua di Belgia, yang kemudian diulang di Inggris, menemukan bahwa burnout orang tua berkaitan dengan tiga hal serius:

- Keinginan kabur dari keluarga.
- Pengabaian anak, yaitu kebutuhan fisik, pendidikan, dan emosional yang tidak terpenuhi.
- Kekerasan kepada anak, baik verbal, fisik, maupun psikologis.

Hubungannya dapat membentuk lingkaran. Burnout memicu pengabaian. Pengabaian kemudian membuat orang tua merasa semakin gagal, sehingga burnout menjadi semakin parah.

Karena itu, mengenali keadaan diri bukan tindakan egois. Anda sedang memperhatikan kondisi yang dapat berdampak pada orang tua sekaligus anak.

Ironisnya, Mikolajczak mengatakan:

> "Being a perfect parent is impossible and attempting to be one can lead to exhaustion."

Menjadi orang tua sempurna tidak mungkin, dan usaha untuk mencapainya dapat berujung pada kelelahan. Orang tua yang paling ingin sempurna justru termasuk kelompok yang paling berisiko.

## Apa penyebab burnout orang tua?

Roskam dan Mikolajczak memandang burnout sebagai ketidakseimbangan jangka panjang antara faktor pemberat dan faktor penolong. Bayangkan keduanya berada pada dua sisi timbangan.

| Pemberat atau risiko | Penolong atau sumber daya |
|---|---|
| Perfeksionisme pengasuhan | Standar "cukup baik" |
| Pasangan yang tidak ikut terlibat | Coparenting yang kompak |
| Tidak ada waktu untuk diri sendiri | Waktu jeda rutin, walau 30 menit |
| Isolasi, jauh dari keluarga dan teman | Jaringan bantuan: keluarga, tetangga, daycare |
| Anak dengan kebutuhan khusus atau sakit kronis | Dukungan profesional |

Kabar baiknya, Anda tidak harus menghapus semua pemberat sekaligus. Anda dapat menambah penolong hingga timbangannya kembali seimbang. Fokusnya bukan membuktikan bahwa Anda sanggup menangani semuanya sendiri.

Coba lihat tabel itu secara konkret. Jika waktu untuk diri sendiri hampir tidak ada, penolongnya bisa berupa jeda rutin walau 30 menit. Jika pasangan belum terlibat, percakapannya perlu diarahkan pada pembagian pengasuhan yang lebih kompak.

## Apa yang bisa dilakukan saat mengalami burnout orang tua?

Mulailah dengan perubahan yang kecil, spesifik, dan dapat dilakukan minggu ini:

- **Turunkan satu standar minggu ini.** Pilih menu makan sederhana selama tiga hari atau biarkan rumah berantakan sampai Sabtu. Tidak ada yang mati karena itu.
- **Minta bantuan secara spesifik.** Jangan hanya berkata, "Tolong bantu ya." Katakan, "Bisa jemput Kakak Selasa dan Kamis?"
- **Jadwalkan waktu untuk diri sendiri seperti rapat penting.** Mikolajczak menekankan bahwa merawat diri itu baik untuk anak, bukan egois.
- **Bicaralah dengan pasangan memakai empat gejala di atas.** Jangan berhenti pada kalimat "aku capek", karena kata "capek" terlalu sering diremehkan.
- **Segera cari bantuan profesional jika muncul pikiran ingin kabur, menyakiti diri, atau menyakiti anak.** Ini bukan aib. Ini bentuk tanggung jawab.

Anda tidak perlu menjalankan semuanya pada hari yang sama. Pilih satu standar untuk diturunkan dan satu bantuan untuk diminta. Dua langkah itu sudah mengubah sisi timbangan yang selama ini terlalu berat.

**Cek diri: Cek penolong yang sudah Anda siapkan**

- [ ] Saya sudah memilih satu standar pengasuhan untuk diturunkan.
- [ ] Saya sudah meminta bantuan dengan tugas dan waktu yang spesifik.
- [ ] Saya memiliki waktu jeda rutin, walau 30 menit.
- [ ] Saya sudah menjelaskan empat gejala burnout kepada pasangan.
- [ ] Saya sudah memindahkan minimal dua tugas kepada orang lain.
- [ ] Saya tahu bahwa bantuan profesional perlu segera dicari jika muncul pikiran ingin kabur, menyakiti diri, atau menyakiti anak.

## Tamparan kecilnya

Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna. Anak membutuhkan orang tua yang masih ada di dalam tubuhnya, bukan cangkang yang berjalan dengan autopilot.

Mengisi ulang tangki Anda bukan pengkhianatan terhadap anak. Itu justru bentuk sayang yang paling masuk akal.

## Coba sekarang di Familio

Di tab Jurnal, beri skor 1–10 untuk empat hal setiap Minggu malam: kelelahan, jarak emosional dengan anak, rasa senang sebagai orang tua, dan rasa "ini bukan saya". Kalau skornya memburuk selama dua minggu berturut-turut, jadikan itu sinyal untuk berbicara dengan pasangan. Lalu gunakan daftar Tugas rumah di Familio untuk memindahkan minimal dua tugas kepada orang lain pada minggu tersebut.

*Sumber: Roskam et al., 2021, Parental Burnout Around the Globe: a 42-Country Study, Affective Science; Mikolajczak, Gross & Roskam, 2019, Clinical Psychological Science; ringkasan APS, Parental Burnout Can Lead to Harmful Outcomes.*

## Pertanyaan yang sering diajukan

### Apa itu parental burnout atau burnout orang tua?

Parental burnout adalah ketidakseimbangan jangka panjang antara beban pengasuhan dan sumber daya yang membantu orang tua. Tandanya meliputi kelelahan intens, menjauh secara emosional, kehilangan rasa senang dan mampu, serta merasa sudah berbeda dari diri yang dulu.

### Apa perbedaan burnout orang tua dan capek biasa?

Capek biasa hilang setelah liburan, sedangkan burnout menetap dan menggerogoti pelan-pelan. Orang tua juga dapat tetap menjalankan tugas fisik, tetapi merasa kosong atau seperti bergerak dengan autopilot.

### Apa penyebab burnout pada orang tua?

Burnout muncul ketika faktor pemberat terus lebih besar daripada faktor penolong. Pemberatnya dapat berupa perfeksionisme, pasangan yang tidak terlibat, tidak adanya waktu pribadi, isolasi, atau kebutuhan anak yang berat.

### Bagaimana cara mengatasi burnout orang tua?

Mulailah dengan menurunkan satu standar, meminta bantuan secara spesifik, menjadwalkan waktu jeda, dan membicarakan empat gejalanya dengan pasangan. Jika muncul pikiran ingin kabur, menyakiti diri, atau menyakiti anak, segera cari bantuan profesional.

### Apakah burnout berarti saya tidak menyayangi anak?

Tidak. Merasa kosong atau lelah berkepanjangan bukan tanda bahwa Anda kurang menyayangi anak. Kondisi itu bisa menandakan bahwa beban pengasuhan sudah lama lebih besar daripada sumber daya yang Anda miliki.

