# Riset Ohio State: 6 Unsur Permintaan Maaf yang Benar-benar Diterima

> Riset Ohio State menemukan enam unsur permintaan maaf. Pengakuan tanggung jawab menjadi unsur terpenting, disusul tawaran perbaikan.

Sumber: https://familio.id/artikel/enam-unsur-permintaan-maaf · Pasangan · 5 September 2026 · Familio

## Inti artikel

- Studi Roy Lewicki, Robert Lount, dan Beth Polin terhadap total 755 orang mengidentifikasi enam unsur permintaan maaf.
- Pengakuan tanggung jawab merupakan unsur terpenting dalam permintaan maaf menurut studi Ohio State University.
- Tawaran perbaikan menempati urutan kedua karena memperlihatkan tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata.
- Kata "tapi", penjelasan yang terlalu panjang, dan tuntutan agar segera dimaafkan dapat merusak permintaan maaf.

"Ya udah, maaf deh." "Maaf kalau kamu tersinggung." "Aku minta maaf, tapi kamu juga sih yang mulai."

Tiga kalimat itu sama-sama memuat kata "maaf", tetapi hampir pasti membuat pasangan Anda makin kesal. Menurut riset Ohio State University, permintaan maaf lebih mudah diterima ketika memuat beberapa unsur penting, terutama **pengakuan tanggung jawab** dan **tawaran perbaikan**.

Jadi, kata "maaf" saja belum cukup. Anda perlu mengatakan dengan jelas apa yang salah, mengakui bagian Anda, lalu menawarkan tindakan nyata untuk memperbaikinya.

## Apa saja enam unsur permintaan maaf yang efektif?

Roy Lewicki, profesor emeritus dari Fisher College of Business, Ohio State University, bersama Robert Lount dan Beth Polin, melakukan dua eksperimen terhadap total 755 orang. Peserta membaca berbagai skenario permintaan maaf, lalu menilai seberapa efektif masing-masing permintaan maaf tersebut.

Hasil penelitian itu dipublikasikan dalam jurnal *Negotiation and Conflict Management Research* pada 2016. Para peneliti mengidentifikasi enam unsur permintaan maaf:

1. Ungkapan penyesalan, seperti "Aku menyesal."
2. Penjelasan tentang apa yang salah, seperti "Aku lupa karena..."
3. Pengakuan tanggung jawab, seperti "Itu salahku."
4. Pernyataan tobat, seperti "Aku nggak akan mengulanginya."
5. Tawaran perbaikan, seperti "Biar aku yang memperbaikinya."
6. Permohonan maaf, seperti "Kamu mau memaafkan aku?"

Dalam penilaian peserta, semakin banyak unsur yang disertakan, semakin efektif permintaan maafnya. Namun, keenam unsur itu tidak memiliki bobot yang sama.

**Cek diri: Cek enam unsur permintaan maaf Anda**

- [ ] Saya mengungkapkan penyesalan.
- [ ] Saya menjelaskan kesalahan secara singkat.
- [ ] Saya mengakui tanggung jawab dengan jelas.
- [ ] Saya menyatakan tidak akan mengulanginya.
- [ ] Saya menawarkan perbaikan yang konkret.
- [ ] Saya memohon maaf tanpa menuntut jawaban segera.

## Apa unsur terpenting saat meminta maaf?

Menurut studi tersebut, unsur paling penting adalah **pengakuan tanggung jawab**. Lewicki merangkumnya dengan sederhana: katakan bahwa itu kesalahan Anda.

Kalimat seperti "Aku keliru" atau "Itu salahku" menempatkan tanggung jawab pada orang yang melakukan kesalahan. Inilah bagian yang tidak ada dalam kalimat "maaf kalau kamu tersinggung".

Kalimat tersebut terdengar hampa karena masalahnya seolah berada pada perasaan pasangan, bukan pada perbuatan yang menyakitinya. Pesan yang diterima bisa terasa seperti: bukan perbuatanku yang bermasalah, tetapi kamu yang terlalu sensitif.

Unsur terpenting kedua adalah **tawaran perbaikan**. Bagian ini menunjukkan adanya tindakan nyata, bukan hanya kata-kata. Setelah mengakui kesalahan, jelaskan apa yang akan Anda lakukan untuk membereskan akibatnya atau mencegah pengulangan.

Unsur yang paling kurang penting justru permohonan untuk dimaafkan. Menurut para peneliti, jika ada satu unsur yang harus dihilangkan, unsur inilah yang boleh dilewatkan.

![Pasangan Indonesia memperbaiki mangkuk retak bersama sebagai lambang tanggung jawab.](https://familio.id/media/articles/01a0fc98cbf471519cc064248f40be0f.jpg)

## Apa yang membuat permintaan maaf gagal?

Permintaan maaf dapat memiliki niat baik, tetapi tetap gagal karena cara penyampaiannya. Ada tiga kebiasaan yang mudah merusaknya.

### 1. Menambahkan kata "tapi"

Kalimat "Aku minta maaf, tapi..." membatalkan semua yang disampaikan sebelum kata "tapi". Pasangan cenderung hanya mendengar pembelaan atau tuduhan yang muncul setelahnya.

Jika Anda ingin menjelaskan keadaan, lakukan secara singkat tanpa melemparkan tanggung jawab. Penjelasan membantu orang memahami apa yang terjadi, sedangkan pembelaan diri membuat pengakuan kesalahan terdengar tidak tulus.

### 2. Menjelaskan terlalu panjang

Penjelasan memang termasuk salah satu dari enam unsur permintaan maaf. Namun, penjelasan yang terlalu panjang dapat berubah menjadi pembelaan diri.

Sampaikan konteks seperlunya, lalu kembali pada inti: apa yang Anda lakukan, dampaknya kepada pasangan, dan bagian mana yang menjadi tanggung jawab Anda.

### 3. Menuntut untuk langsung dimaafkan

Kalimat "Kan aku udah minta maaf, kenapa masih marah?" memberi tekanan kepada pasangan. Memaafkan membutuhkan waktu, sehingga permintaan maaf yang baik perlu memberi ruang, bukan menuntut hasil saat itu juga.

**Kuis: Kenali permintaan maaf yang efektif**

1. Menurut studi Ohio State University, unsur mana yang paling penting?
   - Permohonan untuk dimaafkan
   - Pengakuan tanggung jawab (benar)
   - Penjelasan yang panjang
   Pembahasan: Pengakuan tanggung jawab menempati urutan pertama. Intinya adalah mengatakan dengan jelas bahwa itu kesalahan Anda.
2. Jika satu unsur harus dihilangkan, unsur mana yang paling boleh dilewatkan?
   - Permohonan untuk dimaafkan (benar)
   - Tawaran perbaikan
   - Pengakuan tanggung jawab
   Pembahasan: Menurut para peneliti, permohonan untuk dimaafkan adalah unsur yang paling kurang penting.
3. Apa masalah utama dalam kalimat 'Aku minta maaf, tapi kamu juga mulai'?
   - Tidak memuat penjelasan
   - Terlalu singkat
   - Kata 'tapi' membatalkan permintaan maaf (benar)
   Pembahasan: Kata 'tapi' mengalihkan perhatian dari pengakuan kesalahan menuju pembelaan atau tuduhan.

## Seperti apa contoh permintaan maaf yang baik?

Bayangkan Anda lupa menjemput anak di sekolah karena rapat molor. Akibatnya, pasangan harus buru-buru meminta izin dari kantor.

> **Gagal:** "Ya maaf, aku kan lagi rapat. Lagian kamu juga bisa jemput kan akhirnya."

Kalimat ini menyebut kata "maaf", tetapi segera diikuti pembelaan diri. Akibat yang harus ditanggung pasangan juga diperkecil dengan kalimat bahwa ia akhirnya bisa menjemput.

> **Berhasil:** "Aku minta maaf. Aku lupa jemput Adik, dan itu salahku. Aku seharusnya pasang pengingat sebelum rapat. Aku tahu kamu jadi harus izin mendadak dan itu merepotkan. Mulai minggu ini aku pasang alarm jam 2 setiap hari jemput, dan hari Jumat biar aku yang ambil alih semua jemputan."

Contoh kedua memuat penyesalan, penjelasan singkat, pengakuan tanggung jawab yang jelas, janji perubahan, dan tawaran perbaikan yang konkret. Tidak ada kata "tapi" yang mengalihkan kesalahan.

Anda juga bisa melihat urutannya. Kesalahan disebut dengan jelas, dampak kepada pasangan diakui, lalu ada langkah perbaikan yang dapat dilakukan. Permintaan maaf tidak berhenti pada keinginan agar suasana cepat membaik.

## Tamparan kecilnya

Banyak orang merasa meminta maaf adalah tanda kalah. Padahal, dalam pernikahan, yang paling berani adalah orang yang mampu berkata "itu salahku" tanpa menambahkan "tapi".

Yang paling bijak juga bukan orang yang memakai pengakuan itu untuk menyerang balik. Ia mampu menerima permintaan maaf tanpa menambahkan "akhirnya ngaku juga".

## Coba sekarang di Familio

Ingat satu kesalahan Anda yang belum pernah benar-benar dimintai maaf. Tulis draf permintaan maaf di Jurnal Familio dengan enam unsur di atas, terutama pengakuan tanggung jawab dan tawaran perbaikan. Baca ulang, hapus semua kata "tapi", lalu sampaikan langsung kepada pasangan Anda.

*Sumber: Ohio State University News (2016), The 6 elements of an effective apology; Lewicki, Polin & Lount (2016), Negotiation and Conflict Management Research*

## Pertanyaan yang sering diajukan

### Bagaimana cara meminta maaf yang baik kepada pasangan?

Sampaikan penyesalan, jelaskan kesalahan secara singkat, lalu akui tanggung jawab Anda dengan jelas. Tambahkan janji perubahan dan tawaran perbaikan yang konkret tanpa memakai kata "tapi".

### Apa unsur terpenting dalam permintaan maaf?

Menurut studi Ohio State University, unsur terpenting adalah pengakuan tanggung jawab. Kalimat seperti "itu salahku" menunjukkan bahwa Anda tidak memindahkan kesalahan kepada pasangan atau keadaan.

### Mengapa kalimat "maaf kalau kamu tersinggung" tidak efektif?

Kalimat itu tidak mengakui tanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan. Masalah justru ditempatkan pada perasaan pasangan, seolah pasanganlah yang terlalu sensitif.

### Apakah permintaan maaf harus memuat semua enam unsur?

Studi tersebut menemukan bahwa semakin banyak unsur yang ada, semakin efektif permintaan maafnya. Jika harus menghilangkan satu unsur, para peneliti menilai permohonan untuk dimaafkan sebagai unsur yang paling boleh dilewatkan.

### Apa yang sebaiknya dihindari saat meminta maaf?

Hindari kata "tapi", penjelasan yang berubah menjadi pembelaan diri, dan tuntutan agar pasangan segera memaafkan. Berikan ruang karena memaafkan membutuhkan waktu.

