Jurnal & kesehatan emosi
Tulis Keputusan Besar Sebelum Diambil: Teknik Sederhana Anti-Menyesal
Ingatan mudah berubah setelah hasil terlihat. Jurnal keputusan membantu keluarga mengevaluasi pilihan tanpa saling menyalahkan.
Tim Familio 5 menit baca

Daftar isi
Tiga tahun lalu, Bayu dan Lia mengambil KPR rumah di pinggir kota. Kini, setelah menjalani dua jam macet setiap hari, Bayu berkata, "Dari awal aku sudah feeling ini salah." Lia langsung membalas, "Loh, dulu kamu yang paling semangat!"
Siapa yang benar? Tidak ada yang tahu karena mereka tidak mencatat pertimbangan saat itu. Untuk mengurangi penyesalan dan saling menyalahkan, tulis keputusan besar sebelum diambil: pilihan yang tersedia, alasan, hal yang belum diketahui, kemungkinan gagal, perasaan saat ini, serta ukuran keberhasilannya.
Catatan itu tidak menjamin hasil sempurna. Namun, keluarga dapat menilai apakah proses pengambilan keputusan sudah masuk akal berdasarkan informasi yang tersedia, bukan berdasarkan ingatan yang berubah setelah hasil terlihat.
Mengapa ingatan tentang keputusan bisa berubah?
Pada 1975, psikolog Baruch Fischhoff menemukan fenomena yang ia sebut hindsight bias. Setelah mengetahui hasil sebuah peristiwa, orang merasa sejak awal mereka "sudah tahu" hasilnya akan begitu. Mereka melebih-lebihkan seberapa mudah peristiwa tersebut dapat ditebak.
Dalam keluarga, dampaknya bisa merusak. Keputusan yang berakhir buruk berubah menjadi "keputusanmu". Keputusan yang berakhir baik berubah menjadi "ideku". Pasangan pun saling menyalahkan berdasarkan ingatan yang telah disunting.
Penulis dan mantan pemain poker profesional Annie Duke menyebut kesalahan lain sebagai resulting, yaitu menilai kualitas keputusan hanya dari hasilnya. Padahal, keputusan yang baik bisa berujung buruk karena nasib. Keputusan yang ceroboh juga bisa berakhir baik karena keberuntungan.
Bagaimana cara melakukan pre-mortem sebelum memutuskan?
Psikolog Gary Klein mempopulerkan teknik pre-mortem dalam Harvard Business Review pada 2007. Sebelum mengambil keputusan, bayangkan satu tahun telah berlalu dan keputusan itu gagal total. Setelah itu, tulis jawaban atas pertanyaan: mengapa keputusan tersebut gagal?
Teknik ini didasari riset "prospective hindsight" oleh Deborah Mitchell, Jay Russo, dan Nancy Pennington pada 1989. Menurut Klein, membayangkan sebuah peristiwa sudah terjadi meningkatkan kemampuan orang mengidentifikasi penyebab hasil di masa depan hingga sekitar 30%.
Otak lebih kreatif menjelaskan "yang sudah terjadi" daripada menebak "yang mungkin terjadi". Karena itu, pre-mortem membantu keluarga membicarakan risiko sebelum telanjur terikat pada satu pilihan.

Pertanyaan sederhana untuk memulai
Bayangkan keputusan keluarga Anda gagal satu tahun dari sekarang. Tuliskan tiga penyebab yang paling mungkin. Lalu lihat apakah risiko tersebut bisa dikurangi, dipantau, atau perlu diterima bersama.
Apakah bertahan selalu lebih aman daripada berubah?
Ekonom Steven Levitt, penulis Freakonomics, melakukan eksperimen unik. Ia mengajak orang yang sedang ragu mengambil keputusan besar, seperti berhenti kerja, putus, atau pindah, untuk melempar koin virtual. Lebih dari 20.000 lemparan koin tercatat.
Hasilnya, orang yang koinnya menunjukkan "berubah" memang lebih mungkin melakukan perubahan. Enam bulan kemudian, mereka yang memutuskan melakukan perubahan besar melaporkan diri jauh lebih bahagia dibandingkan orang yang bertahan. Levitt menyimpulkan bahwa ada bias kuat untuk mempertahankan keadaan, bahkan ketika keadaan itu sudah tidak baik.
Catatan jujur: para pesertanya adalah relawan yang sedang ragu, bukan sampel acak dari populasi. Jadi, hasil ini bukan izin untuk resign besok pagi. Namun, jika Anda sudah ragu selama berbulan-bulan, riset ini patut direnungkan.
Temuan itu sejalan dengan riset Thomas Gilovich dan Victoria Medvec pada 1995. Dalam jangka pendek, orang lebih menyesali hal yang dilakukan. Dalam jangka panjang, orang lebih menyesali hal yang tidak pernah dicoba.
Apa saja isi jurnal keputusan keluarga?
Gunakan template berikut untuk keputusan besar, seperti membeli rumah, pindah kota, mengganti sekolah anak, resign, melakukan investasi besar, atau menambah anak.
Bagian | Pertanyaan yang dijawab |
|---|---|
Keputusan | Apa yang kami putuskan, dan tanggal berapa? |
Pilihan lain | Apa saja alternatif yang kami pertimbangkan dan tolak? |
Alasan | Apa tiga alasan utama kami memilih ini? |
Yang kami tahu dan tidak tahu | Informasi apa yang kami pegang, dan apa yang masih berupa tebakan? |
Pre-mortem | Setahun lagi keputusan ini gagal. Apa tiga penyebab paling mungkin? |
Perasaan saat ini | Seberapa yakin pada skala 1–10? Apakah kami cemas atau terburu-buru? Ada tekanan dari siapa? |
Tanda keberhasilan | Seperti apa "berhasil" dalam 6 dan 12 bulan? |
Tanggal evaluasi | Kapan kami membaca ulang catatan ini bersama? |
Anda tidak harus menyamakan seluruh pendapat sebelum menulis. Perbedaan pertimbangan justru perlu disimpan agar keluarga dapat memahami apa yang benar-benar dipikirkan masing-masing orang pada saat keputusan dibuat.
Apa aturan memakai jurnal keputusan bersama pasangan?
Tulis bersama pasangan, bukan sendiri-sendiri. Jika pendapat Anda berbeda, catat keduanya. Perbedaan itu bukan kelemahan, melainkan bagian paling berharga dari catatan.
Tulis sebelum memutuskan, bukan setelahnya. Setelah keputusan diambil, otak mulai mencari pembenaran.
Saat evaluasi, nilai prosesnya, bukan hanya hasilnya. Tanyakan, "Apakah kami memutuskan dengan informasi yang masuk akal saat itu?" Jika jawabannya ya, hasil buruk bukan kesalahan siapa pun.
Terapkan larangan keras: "kan aku sudah bilang". Jurnal ini dibuat untuk belajar, bukan untuk memenangkan perdebatan.
Ketika tanggal evaluasi tiba, baca kembali catatan apa adanya. Bandingkan harapan, risiko, dan informasi yang dahulu dimiliki dengan keadaan sekarang. Tujuannya bukan mencari siapa yang paling benar, melainkan memperbaiki cara keluarga mengambil keputusan berikutnya.
Tamparan kecilnya
Kita bisa menghabiskan tiga minggu untuk membandingkan HP, tetapi memutuskan pindah kota dalam tiga malam. Setelah itu, kita bertahun-tahun bertengkar tentang siapa yang salah.
Keputusan besar tidak membutuhkan ramalan yang sempurna. Keputusan besar membutuhkan catatan yang jujur agar keluarga Anda belajar, bukan saling menyalahkan.
Coba sekarang di Familio
Pilih satu keputusan besar yang sedang keluarga Anda pertimbangkan. Buka tab Jurnal, salin delapan bagian template di atas, lalu isi bersama pasangan malam ini. Masukkan juga "Evaluasi keputusan" ke agenda Familio enam bulan dari sekarang agar catatan tersebut benar-benar dibaca ulang.
Sumber: Fischhoff, 1975, Journal of Experimental Psychology: Human Perception and Performance; Klein, 2007, Performing a Project Premortem, HBR; Pre-mortem, Wikipedia; Levitt, 2021, Review of Economic Studies; ringkasan NBER; Gilovich & Medvec, 1995, Psychological Review; Annie Duke, Thinking in Bets (2018).
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu jurnal keputusan keluarga?
Jurnal keputusan keluarga adalah catatan yang dibuat sebelum keputusan besar diambil. Isinya mencakup pilihan, alasan, informasi yang belum diketahui, risiko kegagalan, perasaan saat ini, tanda keberhasilan, dan tanggal evaluasi.
Apa yang dimaksud dengan hindsight bias?
Hindsight bias adalah kecenderungan merasa sudah mengetahui hasil sejak awal setelah suatu peristiwa terjadi. Fenomena ini ditemukan oleh psikolog Baruch Fischhoff pada 1975 dan dapat membuat pasangan mengingat keputusan lama secara berbeda.
Bagaimana cara melakukan pre-mortem?
Bayangkan satu tahun telah berlalu dan keputusan Anda gagal total. Tuliskan tiga penyebab yang paling mungkin, lalu pertimbangkan apakah setiap risiko bisa dikurangi, dipantau, atau perlu diterima bersama.
Kapan jurnal keputusan sebaiknya ditulis?
Jurnal harus ditulis sebelum keputusan dibuat karena setelah memutuskan, otak mulai mencari pembenaran. Tentukan juga tanggal untuk membaca dan mengevaluasinya kembali bersama pasangan.
Bagaimana mengevaluasi keputusan yang hasilnya buruk?
Nilai proses berdasarkan informasi yang masuk akal pada saat keputusan dibuat, bukan hanya hasil akhirnya. Keputusan yang baik tetap dapat berakhir buruk karena nasib, jadi jurnal tidak boleh dipakai untuk mencari pihak yang salah.