Lewati ke isi
Familio

Jurnal & kesehatan emosi

Kesepian dalam Pernikahan: Lebih Umum dari yang Diakui, dan Bisa Diperbaiki

Merasa sendiri meski sedang bersama pasangan bukan hal aneh. Kenali lingkaran kesepian dan langkah kecil untuk membangun kembali kedekatan.

Tim Familio 5 menit baca

Pasangan suami istri berjalan berdua di pematang sawah saat senja sambil bergandengan tangan
Daftar isi
  1. Apakah orang yang sudah menikah masih bisa kesepian?
  2. Mengapa kesepian dalam pernikahan perlu dianggap serius?
  3. Apakah penyebab kesepian berbeda bagi suami dan istri?
  4. Bagaimana cara mengatasi kesepian dalam pernikahan?
  5. Tamparan kecilnya
  6. Coba sekarang di Familio

Malam itu Dini dan Reza duduk di sofa yang sama, hanya sekitar 40 sentimeter terpisah. Reza membalas pesan grup kantor. Dini menonton video resep yang tidak akan pernah ia masak. Anak-anak sudah tidur. Tidak ada pertengkaran atau perselingkuhan, tetapi juga tidak ada percakapan. Sebelum tidur, Dini menulis di catatan HP: "Kenapa aku merasa sendirian, padahal aku menikah?"

Kesepian dalam pernikahan bukan berarti Anda aneh atau pernikahan pasti gagal. Perasaan ini bisa tumbuh ketika ajakan kecil terus terlewat, percakapan menjadi dangkal, dan pasangan perlahan berhenti saling menoleh. Kabar baiknya, koneksi dapat mulai diperbaiki melalui tindakan kecil yang dilakukan dengan sengaja.

Apakah orang yang sudah menikah masih bisa kesepian?

Kita sering dibesarkan dengan keyakinan bahwa kesepian hanya dialami orang lajang. Riset berkata lain.

Studi Jenny de Jong Gierveld dan Marjolein Broese van Groenou (2016) menemukan bahwa sekitar 1 dari 6 orang lanjut usia yang menikah melaporkan kesepian sedang hingga berat.

Studi Ashley Ermer dan rekan (2020) mengikuti hampir 1.400 pasangan menikah berusia 50–70-an selama delapan tahun. Sekitar sepertiga orang menikah yang lebih tua melaporkan sering merasa kesepian.

Catatan pentingnya, sebagian besar data tersebut berasal dari pasangan usia paruh baya dan lanjut di negara Barat. Namun, pola dasarnya relevan bagi pasangan muda yang tenggelam dalam urusan anak, cicilan, dan pekerjaan. Kesepian tidak datang tiba-tiba pada usia 60. Ia dapat dibangun perlahan sejak usia 30.

Mengapa kesepian dalam pernikahan perlu dianggap serius?

Meta-analisis Julianne Holt-Lunstad dan rekan (2010) terhadap 148 studi dengan lebih dari 300.000 orang menemukan bahwa orang dengan hubungan sosial yang lebih kuat memiliki kemungkinan bertahan hidup sekitar 50% lebih tinggi selama masa studi. Dampaknya setara dengan faktor risiko kesehatan besar yang sudah kita kenal.

Kesepian juga memengaruhi cara seseorang membaca perilaku pasangannya. Riset menunjukkan bahwa orang yang kesepian lebih sulit berpikir positif tentang pasangan. Diamnya pasangan ditafsirkan sebagai sikap tidak peduli. Ia lalu menarik diri, pasangannya ikut menarik diri, dan lingkaran itu terus bergerak ke bawah.

Cek diri: Apakah koneksi kami mulai merenggang?

Centang keadaan yang belakangan ini terjadi di rumah Anda.

  • Kami sering berada di ruangan yang sama tanpa benar-benar berbicara.
  • Ajakan kecil dari pasangan sering dijawab tanpa menoleh.
  • Percakapan kami lebih banyak membahas anak, pekerjaan, cicilan, atau tagihan.
  • Saya sering menafsirkan diamnya pasangan sebagai tanda tidak peduli.
  • Salah satu dari kami makin sering menarik diri.
  • Kami jarang melakukan aktivitas baru bersama.
  • HP sering berada di antara kami saat waktu berdua.

Masalahnya sering tidak terlihat dari luar. Dua orang masih mengurus anak, membayar tagihan, dan duduk di ruangan yang sama. Namun, kerja sama sehari-hari tidak selalu sama dengan kedekatan emosional.

Apakah penyebab kesepian berbeda bagi suami dan istri?

Studi Ermer menemukan pola yang berbeda antara suami dan istri:

Pasangan

Yang paling memprediksi kesepian

Suami

Ketegangan dalam pernikahan

Istri

Ukuran jaringan pertemanan

Bagi banyak suami, istri adalah satu-satunya sahabat. Ketika pernikahan tegang, mereka seperti kehilangan seluruh tempat untuk terhubung. Bagi banyak istri, pernikahan saja tidak cukup. Mereka juga membutuhkan teman di luar rumah.

Pasangan Indonesia terhubung lewat jalur bersama dan pertemanan di luar rumah.
Kedekatan dengan pasangan dan pertemanan di luar rumah sama-sama membantu menjaga koneksi.

Pelajarannya tajam: pasangan Anda tidak bisa menjadi satu-satunya sumber koneksi. Menuntut satu orang sekaligus menjadi sahabat, konselor, partner bisnis, dan teman bermain adalah resep kekecewaan. Pernikahan membutuhkan kedekatan di dalam rumah, tetapi pertemanan yang sehat di luar rumah juga perlu dipelihara.

Bagaimana cara mengatasi kesepian dalam pernikahan?

1. Tanggapi ajakan kecil dari pasangan

John Gottman menemukan bahwa pasangan yang bertahan merespons ajakan kecil pasangannya, seperti "Eh, lihat ini deh", sekitar 86% dari waktu. Pada pasangan yang akhirnya bercerai, angkanya hanya sekitar 33%.

Kesepian dalam pernikahan jarang lahir dari satu pengkhianatan besar. Ia lebih sering tumbuh dari ribuan jawaban "hmm" yang diberikan tanpa menoleh. Saat pasangan menunjukkan sesuatu, bercerita, atau memanggil Anda, berhenti sejenak dan hadir sepenuhnya.

2. Lakukan sesuatu yang baru bersama

Arthur Aron dan rekan (2000) meminta pasangan melakukan aktivitas yang baru dan sedikit menantang bersama. Pasangan yang melakukannya melaporkan kualitas hubungan lebih tinggi dibandingkan pasangan yang melakukan aktivitas biasa.

Makan malam di restoran yang sama setiap bulan kurang ampuh. Anda dapat mencoba kelas memasak, jalur jalan kaki baru, atau olahraga yang belum pernah dicoba. Pilih pengalaman yang benar-benar baru bagi Anda berdua.

3. Ajukan pertanyaan yang lebih dalam

Pertanyaan "Hari ini gimana?" mudah dijawab dengan "biasa". Cobalah membuka ruang yang lebih jujur dengan bertanya, "Apa yang lagi paling kamu pikirkan akhir-akhir ini?" atau "Ada yang bikin kamu khawatir tapi belum kamu ceritakan?"

Tujuannya bukan langsung memberi solusi. Mulailah dengan mendengar jawaban pasangan sampai selesai.

4. Pelihara pertemanan di luar pernikahan

Langkah ini penting, terutama bagi suami. Satu janji minum kopi dengan teman lama setiap bulan bukan pengkhianatan terhadap keluarga. Itu adalah investasi untuk pernikahan yang lebih sehat.

Pasangan tetap penting, tetapi ia tidak harus menanggung seluruh kebutuhan Anda akan percakapan, dukungan, dan kebersamaan.

5. Taruh HP di luar kamar tidur

Empat puluh sentimeter di sofa dapat terasa seperti 40 kilometer ketika dua layar berada di antaranya. Menaruh HP di luar kamar tidur memberi Anda ruang untuk kembali saling melihat dan berbicara.

6. Pertimbangkan konselor pernikahan

Jika kesepian sudah berlangsung lama dan terasa berat, datangi konselor pernikahan. Konseling bukan tanda bahwa pernikahan gagal. Konseling adalah tanda bahwa dua orang masih mau berjuang.

Kuis: Seberapa paham Anda tentang kesepian dalam pernikahan?

  1. Menurut temuan John Gottman, berapa banyak ajakan kecil yang direspons pasangan yang bertahan?

    • Sekitar 33%
    • Sekitar 50%
    • Sekitar 86%
  2. Apa yang paling memprediksi kesepian pada istri dalam studi Ermer?

    • Ukuran jaringan pertemanan
    • Ketegangan dalam pernikahan
    • Aktivitas baru bersama
  3. Aktivitas mana yang menurut studi Aron dan rekan lebih membantu kualitas hubungan?

    • Aktivitas biasa yang selalu sama
    • Aktivitas baru dan sedikit menantang
    • Beraktivitas sendiri-sendiri

Tamparan kecilnya

Banyak pasangan tidak berpisah karena pertengkaran. Mereka berpisah karena kesunyian, lalu perlahan menjadi dua orang asing yang berbagi alamat dan tagihan.

Kabar baiknya, kesunyian tidak selalu membutuhkan perbaikan besar. Ia membutuhkan kemauan untuk menoleh saat dipanggil, satu pertanyaan yang lebih dalam, dan keberanian untuk berkata lebih dulu: "Aku kangen kita."

Coba sekarang di Familio

Malam ini, tulis satu kalimat jujur di tab Jurnal: "Minggu ini, saya merasa paling dekat dengan pasangan saat…, dan paling jauh saat…" Minta pasangan menulis hal yang sama, lalu tukar dan baca bersama. Setelah itu, masukkan satu "aktivitas baru berdua" ke agenda Familio bulan ini.

Tulis refleksi kedekatan Anda minggu ini, lalu jadwalkan satu aktivitas baru bersama pasangan. Buka Jurnal

Sumber: de Jong Gierveld & Broese van Groenou, 2016, dikutip di Psychology Today; Ermer, Segel-Karpas & Benson, 2020, dirangkum di Psychology Today; Holt-Lunstad, Smith & Layton, 2010, PLoS Medicine; Gottman & Silver, The Seven Principles for Making Marriage Work; Aron et al., 2000, Journal of Personality and Social Psychology.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kenapa saya merasa kesepian padahal sudah menikah?

Kesepian dapat muncul ketika ajakan kecil sering diabaikan, percakapan menjadi dangkal, dan pasangan makin jarang hadir secara emosional. Perasaan ini tidak otomatis berarti pernikahan Anda gagal, tetapi menunjukkan bahwa koneksi perlu diperhatikan.

Apa tanda kesepian dalam pernikahan?

Tandanya dapat berupa merasa sendirian meski berada di ruangan yang sama, jarang berbicara lebih dalam, atau makin sering menarik diri. Pasangan mungkin tetap bekerja sama mengurus rumah dan tagihan, tetapi tidak lagi merasa dekat secara emosional.

Bagaimana cara mengatasi rasa kesepian dengan pasangan?

Mulailah dengan menanggapi ajakan kecil, mengajukan pertanyaan yang lebih dalam, dan melakukan aktivitas baru bersama. Kurangi gangguan layar dan pelihara pula pertemanan di luar pernikahan.

Apakah punya teman di luar pernikahan itu penting?

Ya, pasangan tidak bisa menjadi satu-satunya sumber koneksi. Studi Ermer menemukan ukuran jaringan pertemanan paling memprediksi kesepian pada istri, sementara ketegangan pernikahan paling memprediksi kesepian pada suami.

Kapan pasangan perlu menemui konselor pernikahan?

Pertimbangkan konselor ketika kesepian sudah berlangsung lama dan terasa berat. Konseling bukan tanda pernikahan gagal, melainkan tanda bahwa kedua pasangan masih ingin memperbaiki hubungan.

Baca juga