# 86% vs 33%: Kebiasaan Sepele yang Membedakan Pasangan Langgeng dan yang Bercerai

> Riset Gottman menemukan pasangan yang tetap menikah merespons 86% ajakan untuk terhubung, sedangkan pasangan yang bercerai hanya 33%.

Sumber: https://familio.id/artikel/merespons-ajakan-kecil-pasangan · Pasangan · 29 September 2026 · Familio

## Inti artikel

- John Gottman menyebut ajakan kecil untuk memperoleh perhatian pasangan sebagai bids for connection.
- Pasangan yang masih menikah merespons bid dengan menoleh ke arah sebanyak 86% dari waktu.
- Pasangan yang sudah bercerai hanya merespons bid dengan menoleh ke arah sebanyak 33% dari waktu.
- Respons sederhana, seperti menatap pasangan atau berjanji mendengarkan setelah urusan selesai, tetap dapat menghormati bid.
- Mencatat bid dan respons selama tiga hari membantu Anda melihat pola hubungan tanpa menghakimi diri sendiri.

Sabtu pagi. Istri berdiri di dekat jendela sambil memegang cangkir teh. Ia memandang pohon mangga, lalu berkata, "Eh, lihat deh, ada burung kecil."

Suami sedang membaca berita di HP. Ia bisa menoleh dan ikut melihat, tetap menatap layar sambil bergumam, atau menjawab, "Aduh, aku lagi baca, nanti aja."

Momen itu tampak sepele. Namun, riset John Gottman menunjukkan bahwa respons terhadap ajakan kecil seperti ini membedakan pasangan yang tetap menikah dan pasangan yang kemudian bercerai. Pasangan yang masih menikah menoleh ke arah ajakan pasangannya **86%** dari waktu, sedangkan pasangan yang sudah bercerai hanya melakukannya **33%** dari waktu.

Jawaban intinya sederhana: ketika pasangan mengajak Anda melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu bersama, berikan perhatian. Anda tidak harus selalu memberi jawaban panjang. Menoleh, bertanya singkat, atau berjanji menanggapi setelah urusan selesai dapat menunjukkan bahwa ajakan itu diterima.

## Apa itu bids for connection dalam hubungan?

John Gottman mengundang pasangan pengantin baru untuk menghabiskan satu hari di sebuah apartemen yang dilengkapi kamera. Tempat itu kemudian dijuluki "Love Lab" atau laboratorium cinta.

Para pasangan tidak diminta melakukan kegiatan istimewa. Mereka memasak, mengobrol, membaca koran, dan bersantai seperti sedang menjalani hari libur biasa.

Gottman mengamati sesuatu yang ia sebut *bids for connection*, yaitu ajakan-ajakan kecil untuk terhubung. Bentuknya bisa berupa menunjukkan burung, membacakan berita lucu, mengeluh soal pekerjaan, menghela napas panjang, atau menyentuh bahu.

Di balik setiap bid tersimpan permintaan sederhana: "Perhatikan aku. Aku ingin terhubung denganmu." Permintaan itu tidak selalu diucapkan secara langsung, sehingga mudah terlewat dalam kesibukan sehari-hari.

Menurut pengamatan Gottman, ada tiga cara pasangan merespons bid:

- Menoleh ke arah ajakan tersebut, atau *turning toward*.
- Mengabaikannya, atau *turning away*.
- Menolaknya dengan kasar, atau *turning against*.

![Pasangan Indonesia menghadapi tiga pilihan respons saat salah satunya mengajak melihat burung.](https://familio.id/media/articles/01a0fc9864c370f3aaf217b55f82cdc8.jpg)

## Mengapa angka 86% dan 33% penting?

Enam tahun kemudian, tim menghubungi kembali pasangan-pasangan yang diamati. Hasilnya memperlihatkan perbedaan yang tajam.

- Pasangan yang masih menikah telah merespons bid pasangannya dengan menoleh ke arah sebanyak **86%** dari waktu.
- Pasangan yang sudah bercerai hanya melakukannya sebanyak **33%** dari waktu.

Artinya, dalam pernikahan yang berakhir, dua dari tiga ajakan untuk terhubung dibiarkan jatuh ke lantai. Ajakan itu mungkin hanya berlangsung beberapa detik, tetapi pola responsnya terbentuk dari banyak kejadian kecil yang terus berulang.

Coba lihat lagi percakapan tentang burung di pohon mangga. Burungnya bukan pokok persoalan. Yang sedang diminta adalah perhatian dan pengalaman singkat yang dibagikan bersama.

**Kuis: Bisakah Anda mengenali bid pasangan?**

1. Pasangan berkata, ‘Capek banget hari ini.’ Respons mana yang paling menunjukkan menoleh ke arah?
   - Menyuruhnya langsung tidur
   - Bertanya apa yang membuatnya lelah (benar)
   - Tetap melihat HP dan bergumam
   Pembahasan: Keluhan tentang rasa lelah dapat menjadi ajakan tersamar untuk ditanya dan didengarkan.
2. Berapa persentase respons menoleh ke arah pada pasangan yang masih menikah?
   - 86% (benar)
   - 33%
   - Dua dari tiga
   Pembahasan: Pasangan yang masih menikah merespons bid dengan menoleh ke arah sebanyak 86% dari waktu.
3. Apa yang sebaiknya dilakukan jika Anda benar-benar sedang sibuk?
   - Diam sampai pekerjaan selesai
   - Menolak agar tidak terganggu
   - Mengakui ajakan dan berjanji menanggapinya setelah selesai (benar)
   Pembahasan: Respons minimal tetap menghormati bid jika Anda benar-benar kembali dan menindaklanjutinya.

## Mengapa ajakan kecil dari pasangan mudah menghilang?

Bid yang ditolak jarang diulang. Orang yang tiga kali menunjukkan burung dan tiga kali diabaikan dapat berhenti menunjukkan burung.

Setelah itu, ia mungkin berhenti bercerita soal kantor. Ia juga bisa berhenti mengeluh, lalu berhenti membicarakan hal-hal yang dianggap tidak penting.

Di sinilah banyak pasangan mulai merasa seperti teman sekamar. Penyebabnya bukan selalu sebuah pengkhianatan besar. Ribuan pintu kecil dapat tertutup pelan-pelan karena ajakan untuk terhubung terus terlewat.

Karena itu, jangan hanya menunggu percakapan serius untuk memberi perhatian. Kalimat pendek, helaan napas, sentuhan di bahu, dan cerita ringan pun dapat menjadi pintu masuk menuju kedekatan.

## Apakah HP membuat pasangan makin sulit terhubung?

Banyak bid saat ini muncul ketika pasangan sedang memegang HP. Pada saat yang sama, HP dirancang untuk memenangkan perhatian Anda.

Ketika Anda memilih layar daripada ajakan pasangan, pesan kecil yang dapat terasa adalah, "Yang di layar ini lebih menarik daripada kamu." Anda mungkin sama sekali tidak bermaksud menyampaikan pesan tersebut, tetapi pasangan tetap bisa merasakannya.

Masalahnya tidak selalu terletak pada kegiatan besar di layar. Anda mungkin hanya membaca berita, melihat pesan, atau menyelesaikan sesuatu. Namun, dari sudut pandang pasangan, ajakannya tetap tidak mendapat sambutan.

Respons kecil dapat mengubah momen itu. Angkat pandangan, beri tanda bahwa Anda mendengar, atau jelaskan kapan Anda bisa memberi perhatian penuh.

## Bagaimana cara merespons bid pasangan?

### Kenali bid yang tersamar

Ucapan "Capek banget hari ini" bukan sekadar laporan keadaan. Kalimat itu bisa menjadi ajakan: "Tanya aku kenapa."

Perhatikan bukan hanya kata-katanya, tetapi juga kesempatan untuk terhubung di baliknya. Keluhan ringan, cerita lucu, pertanyaan sederhana, atau ajakan melihat sesuatu dapat menjadi bid.

### Beri respons meski Anda sedang sibuk

Respons minimal tetap lebih baik daripada diam. Jika Anda benar-benar sedang sibuk, katakan, "Wah, sebentar ya, aku selesaikan ini dulu, nanti cerita."

Ucapan itu tetap menghormati bid, asalkan benar-benar ditindaklanjuti. Setelah urusan selesai, kembali kepada pasangan dan dengarkan cerita yang tadi tertunda.

### Letakkan HP menghadap ke bawah

Saat pasangan berbicara, taruh HP menghadap ke bawah. Gerakannya kecil, tetapi pesannya jelas: perhatian Anda sedang berada pada orang di depan Anda.

Anda tidak perlu membuat setiap percakapan menjadi panjang. Menatap wajah pasangan dan menjawab dengan sungguh-sungguh sudah menunjukkan bahwa ajakannya tidak diabaikan.

### Buat bid Anda sendiri

Jangan selalu menunggu pasangan memulai. Tunjukkan burungnya, ceritakan hal lucu, atau tanyakan pendapatnya.

Hubungan tidak dibangun hanya dengan menerima ajakan. Anda juga perlu membuka pintu kecil agar pasangan dapat menoleh ke arah Anda.

### Perhatikan bid dari anak

Anak-anak juga terus mengirim bid. Mereka mungkin menunjukkan sesuatu, mengajak bicara, atau mencari perhatian melalui tindakan sederhana.

Cara Anda merespons merupakan cara mereka belajar mencintai. Karena itu, latihan menoleh ke arah tidak hanya berlaku antara suami dan istri, tetapi juga dalam hubungan orang tua dan anak.

**Cek diri: Cek kebiasaan menoleh ke arah**

- [ ] Saya mengangkat pandangan ketika pasangan berbicara.
- [ ] Saya mengenali keluhan ringan sebagai kemungkinan ajakan untuk didengarkan.
- [ ] Saya memberi respons singkat saat sedang sibuk.
- [ ] Saya kembali mendengarkan setelah meminta waktu.
- [ ] Saya menaruh HP menghadap ke bawah saat pasangan berbicara.
- [ ] Saya juga membuat ajakan kecil untuk terhubung.
- [ ] Saya memperhatikan ajakan kecil dari anak.

## Tamparan kecilnya

Anda mungkin berpikir pernikahan bergantung pada keputusan-keputusan besar. Riset ini berkata lain: hubungan Anda juga sedang ditentukan oleh cara Anda merespons kalimat "eh, lihat deh" hari ini.

Pernikahan yang terasa jauh tidak selalu bermula dari satu ledakan besar. Kadang-kadang, jarak tumbuh ketika ajakan-ajakan kecil tidak lagi disambut dan akhirnya berhenti datang.

## Coba sekarang di Familio

Selama tiga hari, catat di Jurnal Familio setiap kali Anda merasa pasangan mengajak terhubung. Tulis juga bagaimana Anda meresponsnya: menoleh ke arah, mengabaikan, atau menolak.

Lakukan tanpa menghakimi diri sendiri. Kesadaran adalah langkah pertama untuk menaikkan angka Anda menuju **86%**.

*Sumber: The Gottman Institute, Turn Towards Instead of Away*

## Pertanyaan yang sering diajukan

### Apa yang dimaksud bid dalam hubungan?

Bid adalah ajakan kecil untuk terhubung dengan pasangan. Bentuknya bisa berupa menunjukkan sesuatu, menceritakan kejadian lucu, mengeluh soal pekerjaan, menghela napas, atau menyentuh bahu.

### Apa arti angka 86% dan 33% dalam riset Gottman?

Pasangan yang masih menikah merespons bid dengan menoleh ke arah sebanyak 86% dari waktu. Pasangan yang sudah bercerai hanya melakukannya sebanyak 33% dari waktu.

### Bagaimana cara merespons pasangan saat sedang sibuk?

Beri respons singkat yang mengakui ajakannya, lalu jelaskan bahwa Anda perlu menyelesaikan sesuatu terlebih dahulu. Setelah itu, tepati janji untuk kembali dan mendengarkan ceritanya.

### Apa contoh bid yang sering tidak disadari?

Ucapan seperti "Capek banget hari ini" dapat menjadi bid yang tersamar. Pasangan mungkin sedang mengajak Anda bertanya lebih jauh, bukan sekadar melaporkan bahwa ia lelah.

### Bagaimana cara mengetahui pola respons dalam hubungan?

Catat bid pasangan dan respons Anda selama tiga hari. Kelompokkan respons tersebut menjadi menoleh ke arah, mengabaikan, atau menolak, lalu gunakan catatan itu untuk mengenali pola tanpa menghakimi diri sendiri.

