Pasangan
Kencan Mingguan Bukan Romantisme, Itu Perawatan
Kencan rutin bukan soal kemewahan. Waktu berdua yang terlindungi membantu suami-istri menjaga percakapan dan merawat hubungan.
Tim Familio 5 menit baca

Daftar isi
Tidak ada yang heran ketika mobil perlu diservis rutin. Anak pun dibawa imunisasi sesuai jadwal, sementara pemilik usaha tidak menganggap rapat mingguan sebagai sesuatu yang berlebihan.
Namun, ketika ada yang berkata, “Suami-istri perlu kencan seminggu sekali,” tanggapannya sering berupa tawa. “Kencan? Kami sudah menikah 10 tahun, anak tiga. Mana sempat?” Padahal, kencan rutin adalah bentuk perawatan hubungan, bukan kemewahan atau romantisme sesaat. Waktunya bisa sederhana, asalkan benar-benar dipakai untuk kembali hadir sebagai pasangan.
Pernikahan justru sering menjadi satu-satunya “mesin” di rumah yang dibiarkan terus berjalan tanpa perawatan. Kesibukan dianggap biasa sampai hubungan terasa jauh atau tiba-tiba mogok.
Apa manfaat kencan rutin menurut data?
National Marriage Project dari University of Virginia menerbitkan laporan The Date Night Opportunity (2023). Laporan itu didasarkan pada survei terhadap 2.000 orang Amerika yang telah menikah dan berusia 18 sampai 55 tahun.
Temuannya menunjukkan bahwa waktu berdua belum menjadi kebiasaan bagi banyak pasangan:
Sebanyak 52% suami dan istri mengaku “tidak pernah” atau hanya “beberapa kali setahun” pergi kencan berdua.
Di antara pasangan yang rutin berkencan, 83% istri dan 84% suami merasa “sangat bahagia” dalam pernikahannya. Pada pasangan yang tidak rutin berkencan, angkanya 68% untuk istri dan 70% untuk suami.
Pasangan yang rutin berkencan sekitar 14 poin persentase lebih mungkin mengatakan bahwa perceraian “sama sekali tidak mungkin” terjadi di masa depan.
Kepuasan terhadap hubungan seksual juga jauh lebih tinggi. Angkanya mencapai 68% pada istri dan 67% pada suami yang rutin berkencan, dibandingkan dengan 47% pada pasangan yang tidak rutin berkencan.
Data tersebut menunjukkan hubungan, bukan bukti bahwa kencan menyebabkan kebahagiaan. Bisa saja pasangan yang sudah bahagia memang lebih suka berkencan. Meski begitu, terlihat jelas bahwa pasangan yang menjaga waktu berdua sedang secara sengaja merawat hubungannya.

Mengapa kencan berdua penting bagi suami-istri?
Kencan bukan sekadar pergi makan atau mencari hiburan. Ada tiga fungsi yang mudah hilang ketika hari-hari pasangan dipenuhi pekerjaan, anak, tagihan, dan urusan rumah.
1. Mengembalikan percakapan sebagai pasangan
Di rumah, 90% obrolan suami-istri sering berupa urusan logistik: siapa yang menjemput anak, apakah listrik sudah dibayar, atau besok akan memasak apa. Pembicaraan seperti ini memang perlu, tetapi tidak selalu membantu pasangan mengenal isi pikiran satu sama lain.
Kencan menyediakan ruang untuk bertanya, “Apa yang lagi kamu pikirin akhir-akhir ini?” Untuk sementara, Anda dan pasangan tidak hanya berperan sebagai pengelola rumah atau orang tua, tetapi kembali berbicara sebagai dua orang yang memilih hidup bersama.
2. Menghadirkan kebaruan
Riset psikologi hubungan menunjukkan bahwa melakukan hal baru bersama dapat menghidupkan kembali rasa semangat yang biasanya muncul pada awal hubungan. Bentuknya bisa berupa makan di tempat baru, berjalan di lokasi yang belum pernah dikunjungi, atau mencoba aktivitas baru bersama.
Kebaruan tidak harus rumit. Intinya adalah keluar sejenak dari pola yang sama, lalu mengalami sesuatu sebagai tim.
3. Memberi pesan kepada anak-anak
Anak yang melihat orang tuanya meluangkan waktu berdua belajar bahwa pernikahan layak dijaga. Mereka juga melihat bahwa dirinya tumbuh di dalam keluarga yang stabil.
Waktu berdua bukan berarti menjauh dari anak. Justru, pasangan sedang menunjukkan bahwa hubungan orang tua juga membutuhkan perhatian.
Bagaimana berkencan jika mahal dan tidak ada yang menjaga anak?
Kencan tidak harus mahal dan tidak selalu perlu dilakukan di luar rumah. Hal yang penting adalah menyediakan waktu berdua yang terlindungi, tanpa HP dan tanpa membahas masalah rumah tangga.
Beberapa pilihan yang bisa disesuaikan dengan keadaan keluarga Anda:
Sarapan berdua di warung dekat rumah saat anak sekolah.
Jalan kaki selama 30 menit mengelilingi kompleks setelah anak tidur.
Membuat “kencan di teras” dengan teh dan camilan, sementara HP ditinggalkan di dalam rumah.
Menonton film di rumah dengan aturan tidak membalas percakapan di grup WhatsApp.
Bertukar jadwal menjaga anak dengan pasangan lain. Minggu ini Anda menjaga anak mereka, lalu minggu depan mereka menjaga anak Anda.
Yang membuat kegiatan tersebut menjadi kencan bukan harga makanan atau tempatnya. Pembeda utamanya adalah perhatian yang tidak terus terpecah oleh layar, pekerjaan, dan daftar urusan rumah.
Bagaimana menjadwalkan kencan agar benar-benar terlaksana?
Niat saja mudah kalah oleh jadwal harian. Karena itu, buat beberapa aturan sederhana yang disepakati bersama.
Jadwalkan, jangan menunggu sempat. Waktu yang tidak masuk kalender mudah dianggap tidak ada.
Bergantian merencanakan. Minggu ini suami memilih kegiatan, minggu depan istri mengambil giliran.
Simpan topik berat untuk waktu lain. Jangan membahas masalah rumah tangga, uang, atau anak, kecuali hal yang menyenangkan. Topik berat tetap penting, tetapi perlu memiliki waktunya sendiri.
Batalkan hanya untuk keadaan darurat. Jika benar-benar harus batal, langsung tentukan jadwal penggantinya.
Jadwal juga tidak harus menjadi beban baru. Anda bisa memilih kencan seminggu sekali atau minimal dua minggu sekali, lalu menyesuaikan bentuk kegiatannya dengan energi, waktu, dan keadaan keluarga.
Tamparan kecilnya
Banyak pasangan tidak kehilangan cinta. Mereka kehilangan waktu untuk mencintai. Jika kalender Anda penuh dengan rapat, les anak, arisan, dan acara keluarga besar, tetapi kosong untuk pasangan sendiri, kalender itu sedang memberi tahu Anda sesuatu.
Coba sekarang di Familio
Buat agenda berulang “Waktu Kita” di kalender keluarga Familio, seminggu sekali atau minimal dua minggu sekali. Setelah setiap kencan, simpan satu foto atau satu kalimat di Memori. Setahun lagi, Anda akan memiliki koleksi kenangan yang menunjukkan bahwa Anda berdua tidak berhenti memilih satu sama lain.
Sumber: National Marriage Project, The Date Night Opportunity (2023)
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah suami-istri perlu kencan setiap minggu?
Kencan dapat dijadwalkan seminggu sekali atau minimal dua minggu sekali. Yang terpenting adalah menyediakan waktu berdua secara sengaja, bukan terus menunggu sampai ada waktu luang.
Apakah kencan suami-istri harus mahal?
Tidak. Kencan bisa berupa sarapan di warung, berjalan kaki 30 menit, minum teh di teras, atau menonton film di rumah. Kuncinya adalah waktu yang terlindungi tanpa gangguan HP dan urusan rumah tangga.
Apa yang sebaiknya dibicarakan saat kencan dengan pasangan?
Gunakan kesempatan ini untuk membicarakan isi pikiran dan pengalaman masing-masing sebagai pasangan. Hindari masalah rumah tangga, uang, atau anak, kecuali hal yang menyenangkan, karena topik berat sebaiknya memiliki waktu tersendiri.
Apa manfaat kencan rutin bagi pernikahan?
Kencan rutin memberi ruang untuk kembali berbicara sebagai pasangan, mengalami hal baru bersama, dan menunjukkan kepada anak bahwa pernikahan layak dijaga. Laporan The Date Night Opportunity (2023) juga menemukan tingkat kebahagiaan pernikahan yang lebih tinggi pada pasangan yang rutin berkencan, meski temuan itu menunjukkan hubungan dan bukan sebab-akibat.
Bagaimana berkencan jika tidak ada yang menjaga anak?
Pilih kegiatan di rumah setelah anak tidur, seperti kencan di teras atau menonton film tanpa membalas grup WhatsApp. Pilihan lain adalah bertukar jadwal menjaga anak dengan pasangan lain secara bergantian.