Kepala keluarga & fase hidup
Merawat Orang Tua Lansia Bersama Saudara Tanpa Saling Menyalahkan
Merawat orang tua lansia tidak harus memecah hubungan saudara. Bagi peran secara terbuka agar beban, biaya, dan keputusan lebih adil.
Tim Familio 5 menit baca

Daftar isi
- Mengapa saudara bertengkar saat merawat orang tua?
- Akar masalahnya: pembagian yang tidak pernah dibicarakan
- Apa saja bentuk kontribusi untuk merawat orang tua?
- Bagaimana mengadakan rapat keluarga tentang perawatan orang tua?
- Apa aturan agar saudara tidak saling menyalahkan?
- Tamparan kecilnya
- Coba sekarang di Familio
Sejak Ibu terkena stroke, Maya, anak kedua dari empat bersaudara, paling sering mengantar kontrol ke rumah sakit. Rumahnya memang paling dekat. Kakaknya tinggal di Jakarta, adiknya di Batam, sedangkan si bungsu masih sibuk kuliah S2.
Tahun pertama Maya ikhlas. Tahun kedua ia mulai lelah. Agar perawatan seperti ini tidak berubah menjadi konflik, saudara perlu membagi peran secara terbuka berdasarkan waktu dan tenaga, uang, koordinasi, serta kesempatan memberi jeda kepada pengasuh utama.
Memasuki tahun ketiga, kakak Maya datang saat Lebaran, seperti kunjungannya yang hanya sekali setahun. Ketika sang kakak bertanya, "Kok Ibu kurus? Makannya diatur nggak sih?", Maya meledak.
Kakaknya merasa sudah berkontribusi karena mengirim uang setiap bulan. Maya merasa uang tidak dapat menggantikan malam-malam tanpa tidur. Keduanya benar, dan keduanya terluka.
Mengapa saudara bertengkar saat merawat orang tua?
Sosiolog Jill Suitor dari Purdue University dan Karl Pillemer dari Cornell University memimpin Within-Family Differences Study sejak 2001. Studi tersebut melibatkan lebih dari 560 keluarga dan lebih dari 1.700 anggota keluarga lintas generasi.
Penelitian mereka menunjukkan bahwa saat merawat orang tua, saudara kandung dapat menjadi sumber dukungan terbesar sekaligus sumber stres terbesar. Anak yang menjadi pengasuh utama sering merasa dikritik, sementara saudara yang tidak ikut merawat sering merasa tidak dilibatkan.
Persepsi bahwa orang tua pilih kasih juga dapat memperparah ketegangan antarsaudara selama masa perawatan. Luka lama yang semula tidak dibicarakan bisa muncul kembali ketika keluarga harus mengambil keputusan dalam keadaan lelah dan cemas.
Survei Burd Home Health terhadap 1.000 orang Amerika menemukan bahwa 62% responden setuju ada harapan tidak tertulis bahwa anak perempuan akan menjadi pengasuh utama. Sebanyak 36% menyebut pengasuh utama biasanya saudara yang tinggal paling dekat. Pola ini sangat mirip dengan yang terjadi di Indonesia.
Akar masalahnya: pembagian yang tidak pernah dibicarakan
Perawatan orang tua jarang direncanakan. Tanggung jawab biasanya jatuh begitu saja kepada anak yang paling dekat, anak perempuan, atau anak yang belum menikah. Tidak ada kesepakatan, catatan, maupun waktu evaluasi.
Akibatnya, setiap saudara menilai kontribusi dengan ukuran berbeda. Pengirim uang menghitung rupiah. Perawat harian menghitung waktu dan tenaga. Saudara yang jauh menghitung telepon dan doa. Akhirnya, tidak seorang pun merasa benar-benar dihargai.
Masalahnya bukan selalu kurangnya rasa sayang. Keluarga sering kali belum memiliki cara bersama untuk melihat kebutuhan orang tua dan beban setiap anak secara utuh.
Apa saja bentuk kontribusi untuk merawat orang tua?
Kontribusi tidak harus sama bentuknya. Pembagian yang wajar menyesuaikan jarak tempat tinggal, kemampuan keuangan, ketersediaan waktu, dan kecakapan setiap saudara.
Jenis | Contoh | Cocok untuk |
|---|---|---|
Waktu dan tenaga | Mengantar kontrol, menemani, memandikan, menginap | Saudara yang tinggal dekat |
Uang | Biaya obat, perawat, terapi, kebutuhan harian | Saudara dengan penghasilan lebih besar |
Koordinasi | Mengatur jadwal dokter, mengurus BPJS, menyimpan catatan medis | Saudara yang teliti dan terorganisasi, bisa dari jauh |
Jeda (respite) | Menggantikan pengasuh utama beberapa hari agar ia bisa istirahat | Saudara yang tinggal jauh, bergiliran saat libur |
Semua jenis kontribusi tersebut sah. Yang tidak sah adalah tidak berkontribusi sama sekali, lalu datang untuk mengkritik.

Pembagian yang adil tidak selalu berarti setiap orang menyumbang jumlah uang atau jam yang sama. Yang perlu disepakati adalah siapa bertanggung jawab atas kebutuhan tertentu, kapan tugas dilakukan, dan bagaimana keluarga saling memberi kabar.
Bagaimana mengadakan rapat keluarga tentang perawatan orang tua?
Adakan rapat keluarga dengan agenda yang jelas. Jika saudara tinggal di kota berbeda, rapat dapat dilakukan melalui video call.
Bahas kondisi orang tua saat ini. Mulailah dari laporan pengasuh utama. Dengarkan sampai selesai tanpa memotong.
Petakan seluruh kebutuhan. Bahas kebutuhan medis, harian, keuangan, dan emosional.
Bagi peran. Tentukan siapa mengambil bagian dalam waktu dan tenaga, uang, koordinasi, atau pemberian jeda.
Susun anggaran. Hitung biaya bulanan dan sepakati cara membaginya. Pertimbangkan kompensasi untuk saudara yang merawat penuh waktu, terutama jika ia kehilangan penghasilan karena merawat.
Jadwalkan jeda bagi pengasuh utama. Tentukan kapan ia dapat beristirahat dan siapa yang menggantikan.
Tentukan penanggung jawab keputusan besar. Sepakati siapa yang berhak mengambil keputusan medis jika orang tua tidak mampu, seperti dibahas dalam artikel 90.
Tetapkan evaluasi berikutnya. Lakukan setiap tiga bulan atau setiap kali kondisi orang tua berubah.
Kesepakatan sebaiknya dicatat agar tidak hanya bergantung pada ingatan. Catatan membantu saudara membedakan antara tugas yang sudah disepakati, bantuan tambahan, dan kebutuhan yang belum memiliki penanggung jawab.
Apa aturan agar saudara tidak saling menyalahkan?
Jika Anda tinggal jauh
Bertanyalah sebelum menilai. Kalimat "Apa yang paling berat buat kamu minggu ini?" lebih membantu daripada "Kok Ibu begini?" Saudara yang jauh mungkin tidak menyaksikan pekerjaan kecil yang berulang setiap hari.
Jika Anda menjadi pengasuh utama
Mintalah bantuan secara spesifik. Jangan berhenti pada "Aku capek." Sampaikan kebutuhan yang bisa langsung ditindaklanjuti, misalnya, "Aku butuh kamu datang tanggal 10–14 supaya aku bisa istirahat."
Jika keluarga perlu berbagi informasi
Catat semua informasi medis di satu tempat yang dapat dilihat seluruh saudara. Dengan begitu, tidak ada yang merasa ditutupi dan pengasuh utama tidak harus menjelaskan hal yang sama berulang kali.
Pisahkan masa lalu dari keadaan sekarang. Luka lama seperti "dulu Ibu lebih sayang kamu" tidak perlu dibawa ke rapat perawatan. Fokuskan pembicaraan pada kondisi orang tua dan tindakan yang perlu dilakukan saat ini.
Kesehatan pengasuh utama juga harus dijaga. Pengasuh yang tumbang akan membuat seluruh sistem perawatan runtuh. Karena itu, waktu istirahat bukan hadiah setelah semua tugas selesai, melainkan bagian dari pembagian tanggung jawab.
Tamparan kecilnya
Orang tua yang sakit tidak membutuhkan anak-anak yang bertengkar tentang siapa yang paling berbakti. Mereka membutuhkan anak-anak yang bekerja sebagai satu tim.
Saudara yang merawat setiap hari juga tidak membutuhkan kritik saat Lebaran. Ia membutuhkan ucapan terima kasih dan hari libur.
Coba sekarang di Familio
Buat grup keluarga di Familio bersama semua saudara. Masukkan jadwal kontrol dokter orang tua ke agenda bersama, lalu bagi tugas perawatan di daftar Tugas agar semua orang dapat melihat siapa mengerjakan apa. Catat biaya perawatan di tab Uang dengan kategori "Perawatan Bapak/Ibu" supaya kontribusi setiap saudara terlihat transparan.
Sumber: Purdue Alumnus, Playing Favorites (tentang riset Jill Suitor); Suitor et al., 2013, Caregiving, perceptions of maternal favoritism, and tension among siblings (PubMed); Within-Family Differences Study; ElderLawAnswers, ringkasan survei Burd Home Health.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana membagi tugas merawat orang tua dengan saudara?
Petakan kebutuhan medis, harian, keuangan, dan emosional terlebih dahulu. Setelah itu, bagi kontribusi menjadi waktu dan tenaga, uang, koordinasi, serta jeda bagi pengasuh utama sesuai kemampuan setiap saudara.
Apakah saudara yang mengirim uang sudah cukup berkontribusi?
Uang adalah salah satu bentuk kontribusi yang sah, tetapi kebutuhan perawatan juga mencakup tenaga, koordinasi, dan waktu istirahat pengasuh utama. Keluarga perlu menyepakati pembagian secara terbuka agar kontribusi setiap orang menjawab kebutuhan nyata.
Apa yang harus dibahas dalam rapat keluarga untuk merawat orang tua?
Bahas kondisi orang tua, kebutuhan perawatan, pembagian peran, anggaran, jadwal istirahat pengasuh utama, dan penanggung jawab keputusan besar. Tetapkan juga evaluasi setiap tiga bulan atau saat kondisi orang tua berubah.
Bagaimana meminta bantuan kepada saudara saat lelah merawat orang tua?
Sampaikan permintaan yang spesifik, termasuk bentuk bantuan dan waktunya. Misalnya, mintalah saudara datang pada tanggal tertentu untuk menggantikan Anda agar Anda dapat beristirahat.
Bagaimana mencegah konflik saudara saat orang tua sakit?
Catat tugas dan informasi medis di satu tempat, dengarkan laporan pengasuh utama tanpa memotong, dan tanyakan kebutuhan sebelum mengkritik. Pisahkan luka lama tentang perlakuan orang tua dari keputusan perawatan yang sedang dibahas.