Lewati ke isi
Familio

Kepala keluarga & fase hidup

PHK, Sakit, atau Usaha Bangkrut: Rencana 90 Hari Keluarga Saat Krisis

Hadapi PHK, sakit, atau usaha bangkrut dengan rencana 90 hari yang membantu keluarga bertahan, mengatur uang, dan memulihkan pemasukan.

Tim Familio 5 menit baca

Pasangan menempel lembar rencana di kulkas dapur sementara anak sarapan
Daftar isi
  1. Apa yang harus dilakukan pada 7 hari pertama krisis?
  2. Bagaimana mengatur keuangan pada hari 8–30?
  3. Apa yang perlu dilakukan pada hari 31–90?
  4. Satu tabel untuk ditempel di kulkas
  5. Tamparan kecilnya
  6. Coba sekarang di Familio

Saat PHK, sakit, atau usaha bangkrut datang, otak tidak bekerja seperti biasa. Karena itu, keluarga membutuhkan rencana krisis 90 hari yang sederhana: stabilkan keadaan pada hari 1–7, atur ulang keuangan pada hari 8–30, lalu bangun kembali penghasilan dan kesehatan mental pada hari 31–90.

Pada 2013, Anandi Mani, Sendhil Mullainathan, Eldar Shafir, dan Jiaying Zhao menerbitkan riset di jurnal Science. Mereka menemukan bahwa pikiran yang disibukkan masalah uang mengalami penurunan kemampuan berpikir yang setara dengan kehilangan sekitar 13 poin IQ, kurang lebih sama dengan efek tidak tidur semalaman.

Dalam salah satu studinya, petani tebu di India mendapat skor tes kognitif lebih rendah sebelum panen, ketika uang sedang sempit, dibandingkan setelah panen. Padahal, mereka adalah orang yang sama.

Pesannya terasa menampar. Saat krisis, Anda harus mengambil keputusan ketika otak sedang tidak berada dalam kondisi terbaik. Rencana krisis karena itu perlu dibuat sebelum masalah datang, atau setidaknya dijalankan memakai kerangka yang sederhana dan jelas.

Artikel ini adalah kerangka tersebut.

Apa yang harus dilakukan pada 7 hari pertama krisis?

Hari 1–7: Stabilkan keadaan, jangan panik

Tujuan minggu pertama adalah menghentikan pendarahan keuangan dan mengetahui posisi keluarga dengan jujur. Anda belum harus mempunyai semua jawaban. Yang dibutuhkan adalah gambaran keadaan dan urutan tindakan.

  • Beri tahu pasangan hari itu juga. Jangan menunggu sampai minggu depan. Krisis yang dihadapi berdua terasa jauh lebih ringan, seperti dibahas dalam artikel 93.

  • Hitung landasan pacu keluarga. Bagi total uang tunai dan dana darurat dengan pengeluaran wajib per bulan. Hasilnya menunjukkan berapa bulan keluarga dapat bertahan.

  • Bekukan pengeluaran gaya hidup. Hentikan sementara langganan streaming, makan di luar, dan belanja online. Ini langkah sementara, bukan larangan selamanya.

  • Jika terkena PHK, urus hak Anda. Minta surat keterangan PHK dan pastikan hak pesangon sesuai aturan. Segera ajukan klaim JKP dan periksa saldo JHT di BPJS Ketenagakerjaan karena ada batas waktu pengajuan.

  • Jika menghadapi sakit, periksa perlindungan yang tersedia. Pastikan BPJS Kesehatan aktif, kumpulkan semua dokumen medis, dan cek polis asuransi yang dimiliki.

  • Jika usaha bangkrut, pisahkan kewajibannya. Bedakan utang usaha dari utang pribadi. Jangan menambal utang usaha menggunakan uang dapur.

  • Tunda keputusan besar selama minggu pertama. Jangan menjual rumah, meminjam dari pinjol, atau memulai usaha baru memakai pesangon ketika Anda masih panik.

Langkah pertama bukan mencari solusi yang paling berani. Langkah pertama adalah menciptakan ruang agar keluarga bisa melihat keadaan dengan lebih tenang.

Bagaimana mengatur keuangan pada hari 8–30?

Hari 8–30: Perpanjang waktu bertahan

Pada fase ini, tujuan Anda adalah memperpanjang landasan pacu selama mungkin. Setiap pengeluaran perlu dilihat berdasarkan fungsinya bagi kebutuhan keluarga, bukan berdasarkan kebiasaan sebelum krisis.

  • Buat anggaran krisis. Masukkan hanya pengeluaran wajib: makan, listrik, air, transportasi, cicilan wajib, pendidikan anak, dan kesehatan.

  • Hubungi kreditur sebelum terlambat membayar. Bank dan lembaga pembiayaan umumnya lebih terbuka terhadap restrukturisasi jika Anda datang lebih awal, bukan setelah menunggak tiga bulan.

  • Hindari pinjol dan paylater untuk kebutuhan harian. Langkah ini merupakan jalan tercepat untuk mengubah krisis sementara menjadi krisis permanen.

  • Daftar aset yang dapat dijual tanpa menyakiti masa depan. Contohnya kendaraan kedua, barang yang jarang dipakai, dan emas perhiasan.

  • Bicaralah dengan anak sesuai usianya. Kalimat seperti, “Ayah sedang mencari pekerjaan baru, jadi kita hemat dulu ya,” lebih baik daripada membiarkan anak merasakan ketegangan tanpa penjelasan, seperti dibahas dalam artikel 80.

Anak tidak perlu menerima seluruh rincian masalah orang dewasa. Namun, penjelasan sederhana membantu mereka memahami mengapa kebiasaan keluarga untuk sementara berubah.

Keluarga Indonesia menyusun tiga tahap rencana krisis di meja makan.
Rencana bertahap membantu keluarga menstabilkan keadaan, mengatur uang, lalu membangun kembali pemasukan.

Sebelum melanjutkan, periksa apakah fondasi rencana krisis keluarga Anda sudah tersedia. Daftar ini dapat dikerjakan ketika keadaan masih tenang, lalu diperbarui saat situasi berubah.

Cek diri: Kesiapan rencana krisis keluarga

Centang hal yang sudah Anda siapkan sebelum krisis datang.

  • Pasangan mengetahui kondisi dan rencana keuangan keluarga
  • Jumlah uang tunai dan dana darurat sudah dicatat
  • Pengeluaran wajib per bulan sudah dihitung
  • Nomor kepesertaan BPJS sudah tersimpan
  • Dokumen medis dan polis asuransi mudah ditemukan
  • Kontak kreditur sudah dicatat
  • Utang usaha dan utang pribadi sudah dipisahkan
  • Daftar pengeluaran gaya hidup yang bisa dibekukan sudah dibuat

Apa yang perlu dilakukan pada hari 31–90?

Hari 31–90: Bangun kembali pemasukan dan rutinitas

Setelah pengeluaran lebih terkendali, fokus beralih pada pemulihan penghasilan dan kesehatan mental. Buat kegiatan pencarian pemasukan menjadi teratur agar hari-hari tidak habis oleh kecemasan tanpa tindakan.

  • Perlakukan pencarian kerja atau pemasukan sebagai pekerjaan penuh waktu. Tetapkan jam kerja, target lamaran, dan jadwal membangun jejaring.

  • Aktifkan jaringan Anda. Kabari teman lama, mantan atasan, dan komunitas. Banyak pekerjaan diperoleh lewat relasi, bukan melalui portal lowongan.

  • Cari pemasukan sementara dari keterampilan yang sudah dimiliki. Anda dapat mempertimbangkan konsultasi, pekerjaan lepas, mengajar, atau berjualan.

  • Tuliskan perasaan Anda. Studi Pennebaker tentang insinyur yang di-PHK, yang dibahas dalam artikel 70, menunjukkan bahwa kelompok yang menulis tentang perasaannya lebih cepat mendapat pekerjaan baru.

  • Jaga rutinitas keluarga. Pertahankan makan malam bersama, ibadah bersama, dan olahraga murah. Rutinitas memberi rasa aman di tengah ketidakpastian.

  • Lakukan evaluasi pada hari ke-90. Tanyakan apa yang berhasil dan apa yang perlu diubah. Nilai pula apakah keluarga membutuhkan keputusan lebih besar, seperti pindah kota atau beralih profesi.

Pemulihan tidak hanya berarti memperoleh pemasukan berikutnya. Keluarga juga perlu menjaga komunikasi, ritme harian, dan ruang untuk memproses perasaan selama masa sulit.

Untuk memastikan urutan tindakannya melekat, uji pemahaman Anda tentang tiga fase rencana krisis ini.

Kuis: Pahami rencana krisis 90 hari

  1. Apa fokus utama pada hari 1–7?

    • Memulai usaha baru dengan pesangon
    • Menstabilkan keadaan dan menghitung waktu bertahan
    • Menjual rumah secepatnya
  2. Kapan sebaiknya keluarga menghubungi kreditur?

    • Setelah menunggak tiga bulan
    • Setelah semua aset terjual
    • Sebelum terlambat membayar
  3. Apa fokus pada hari 31–90?

    • Memulihkan pemasukan dan kesehatan mental
    • Menggunakan paylater untuk kebutuhan harian
    • Menghindari semua percakapan tentang krisis

Satu tabel untuk ditempel di kulkas

Fase

Pertanyaan kunci

Larangan

Hari 1–7

Berapa bulan kita bisa bertahan?

Jangan memutuskan hal besar saat panik

Hari 8–30

Pengeluaran mana yang bisa dihentikan?

Jangan pinjam ke pinjol

Hari 31–90

Dari mana pemasukan berikutnya?

Jangan hadapi sendirian

Tabel ini tidak menggantikan rincian rencana. Fungsinya adalah mengingatkan keluarga pada pertanyaan terpenting ketika pikiran mulai terasa penuh.

Tamparan kecilnya

Krisis tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun, keluarga yang memiliki rencana krisis tertulis mempunyai satu keunggulan besar: ketika otak sedang kacau, mereka tidak perlu berpikir dari nol.

Mereka cukup membuka rencana dan mengikuti langkahnya. Buat rencana ini ketika Anda sedang tenang, karena saat krisis datang, Anda mungkin tidak akan setenang sekarang.

Coba sekarang di Familio

Simpan rencana 90 hari ini di catatan keluarga Familio dengan judul Rencana Krisis Keluarga. Isi bagian yang dapat disiapkan sekarang: angka pengeluaran wajib dari tab Uang, nomor kepesertaan BPJS, dan kontak kreditur. Jika krisis benar-benar datang, pindahkan setiap langkah ke daftar Tugas Familio dan bagi tugasnya bersama pasangan.

Tulis Rencana Krisis Keluarga dan simpan angka pengeluaran wajib, nomor BPJS, serta kontak kreditur di catatan keluarga. Buat catatan

Sumber: Mani, Mullainathan, Shafir & Zhao, 2013, Poverty Impedes Cognitive Function, Science; Spera, Buhrfeind & Pennebaker, 1994, Academy of Management Journal; ANTARA, Penjelasan PP 6/2025 tentang JKP.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa yang harus dilakukan keluarga saat terkena PHK?

Beri tahu pasangan pada hari yang sama, hitung berapa bulan keluarga dapat bertahan, lalu bekukan pengeluaran gaya hidup. Minta surat keterangan PHK, pastikan hak pesangon sesuai aturan, segera ajukan klaim JKP, dan periksa saldo JHT di BPJS Ketenagakerjaan karena ada batas waktu pengajuan.

Bagaimana cara menghitung berapa lama keluarga bisa bertahan saat krisis?

Jumlahkan uang tunai dan dana darurat, lalu bagi dengan pengeluaran wajib per bulan. Hasil pembagian tersebut adalah landasan pacu, yaitu perkiraan jumlah bulan keluarga dapat bertahan.

Pengeluaran apa saja yang masuk anggaran krisis keluarga?

Anggaran krisis hanya memuat pengeluaran wajib, yaitu makan, listrik, air, transportasi, cicilan wajib, pendidikan anak, dan kesehatan. Pengeluaran gaya hidup seperti streaming, makan di luar, dan belanja online dibekukan sementara.

Bolehkah memakai pinjol atau paylater ketika kehilangan penghasilan?

Pinjol dan paylater sebaiknya tidak digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian. Artikel ini menekankan bahwa keduanya dapat mengubah krisis sementara menjadi krisis permanen.

Bagaimana menjelaskan masalah keuangan kepada anak?

Sampaikan penjelasan singkat yang sesuai dengan usia anak, misalnya bahwa orang tua sedang mencari pekerjaan baru sehingga keluarga perlu berhemat. Penjelasan sederhana lebih baik daripada membiarkan anak merasakan ketegangan tanpa memahami penyebabnya.

Baca juga