Rumah tangga
Daftar Tugas Rumah Sesuai Usia Anak, dari Balita hingga Remaja
Anak belajar mandiri lewat tugas kecil yang sesuai usia. Simak panduan dari balita hingga remaja serta cara mengajarkannya tanpa drama.
Tim Familio 5 menit baca

Daftar isi
“Anakku sudah 12 tahun, tapi masih belum bisa mencuci piring sendiri.” “Anakku 16 tahun, masak mi instan saja masih minta dimasakkan.” Keluhan seperti ini sering terdengar dari orang tua. Namun, kapan anak terakhir kali diberi kesempatan untuk belajar?
Anak tidak tiba-tiba mandiri pada usia 17 tahun. Kemandirian dibangun sejak balita, melalui satu tugas kecil demi satu tugas kecil. Mulailah dengan pekerjaan yang sesuai usia, ajarkan secara bertahap, lalu beri ruang bagi anak untuk berlatih meski hasilnya belum sempurna.
Keterlibatan anak juga membantu membagi pekerjaan rumah yang selama ini memenuhi pikiran orang tua. Anak belajar bahwa ia punya peran nyata, sementara Anda tidak harus terus mengingat dan mengerjakan semuanya sendirian.
Mengapa tugas rumah penting bagi anak?
Riset Deanna Tepper dan tim dari Deakin University (2022) terhadap 207 anak usia 5–13 tahun menemukan bahwa keterlibatan anak dalam tugas rumah berhubungan dengan kemampuan memori kerja dan kemampuan menahan diri yang lebih baik. Temuan ini mencakup tugas untuk mengurus diri sendiri maupun membantu keluarga.
Kedua kemampuan tersebut penting untuk belajar di sekolah dan memecahkan masalah. Ketika anak menyiapkan bekalnya sendiri atau membantu memasak untuk keluarga, ia berlatih merencanakan langkah, mengingat urutan, dan tetap fokus sampai pekerjaan selesai.

Apa saja tugas rumah sesuai usia anak?
Gunakan daftar berikut sebagai panduan, bukan target yang kaku. Setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda, jadi sesuaikan tugas dengan kemampuan anak dan selalu utamakan keselamatan.
Usia 2–3 tahun: “Aku bisa ikut”
Pada tahap ini, anak dapat dilibatkan dalam pekerjaan kecil dan ringan. Tujuannya adalah memberi kesempatan untuk ikut berkontribusi.
Memasukkan mainan ke kotak
Menaruh baju kotor di keranjang
Membuang sampah kecil ke tempat sampah
Membantu mengelap tumpahan dengan lap
Mengambilkan popok atau barang ringan
Usia 4–5 tahun: “Aku bisa sendiri, dengan bantuan”
Anak mulai dapat menyelesaikan tugas sederhana, tetapi masih membutuhkan contoh atau bantuan Anda.
Merapikan tempat tidur, hasilnya tidak harus sempurna
Menata sendok, garpu, dan piring plastik di meja
Menyiram tanaman
Memberi makan hewan peliharaan
Menaruh piring bekas makan ke wastafel
Usia 6–8 tahun: “Aku punya tugas tetap”
Pada usia ini, anak dapat mulai memegang pekerjaan rutin. Pilih tugas yang jelas agar anak tahu apa yang menjadi tanggung jawabnya.
Menyiapkan tas sekolah sendiri
Menyapu lantai kamar
Melipat dan menyimpan baju sendiri
Membantu menyiapkan bekal
Mengangkat jemuran
Usia 9–12 tahun: “Aku bisa diandalkan”
Anak dapat belajar menangani pekerjaan yang memiliki beberapa langkah. Tetap ajarkan caranya sebelum meminta anak mengerjakannya sendiri.
Mencuci piring
Memasak menu sederhana, seperti telur, nasi goreng, atau mi
Menyetrika baju sederhana
Membersihkan kamar mandi
Membantu belanja dan membawa daftar belanja
Usia 13 tahun ke atas: “Aku ikut memegang rumah”
Remaja dapat diberi tanggung jawab yang lebih utuh. Ia bukan sekadar membantu saat diminta, tetapi ikut memegang bagian tertentu dalam kehidupan rumah.
Memasak untuk seluruh keluarga sesekali
Mencuci baju sendiri dengan mesin cuci
Mengatur jadwal sendiri
Menjaga adik untuk waktu singkat
Memegang satu urusan rumah secara penuh, misalnya galon dan gas
Bagaimana cara mengajarkan tugas rumah kepada anak?
Kesalahan yang sering terjadi adalah langsung memberi tugas tanpa mengajarkan caranya, lalu kecewa ketika hasil anak tidak sesuai harapan. Gunakan tiga tahap sederhana: aku, kita, kamu.
Aku lakukan, kamu lihat. Tunjukkan cara mengerjakan tugas sambil menjelaskan langkah-langkahnya.
Kita lakukan bersama. Kerjakan berdua dan biarkan anak memegang bagian yang sudah mampu ia lakukan.
Kamu lakukan, aku lihat. Minta anak mengerjakannya sendiri. Dampingi tanpa buru-buru mengambil alih.
Setelah anak memahami urutannya dan mampu mengerjakannya, barulah tugas tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya. Proses ini memberi anak kesempatan belajar, bukan sekadar perintah untuk menyelesaikan pekerjaan.
Bagaimana agar tugas rumah tidak menjadi drama?
Cara Anda memperkenalkan tugas sama pentingnya dengan jenis tugas yang dipilih. Lima prinsip berikut membantu tugas rumah tumbuh menjadi kebiasaan keluarga.
Rutin, bukan dadakan. Tugas yang sama setiap hari jauh lebih mudah dijadikan kebiasaan daripada permintaan yang muncul tiba-tiba.
Terlihat. Tulis daftar tugas di tempat yang dapat dilihat anak agar ia tidak selalu menunggu pengingat.
Terima hasil yang belum sempurna. Merapikan ulang hasil kerja anak di depannya dapat membuat anak berhenti mencoba.
Kontribusi, bukan hukuman. Kalimat “Semua orang di rumah ini ikut mengurus rumah” lebih efektif daripada “Kamu nakal, cuci piring!”
Naikkan tanggung jawab setiap tahun. Pada awal tahun ajaran baru, tambahkan satu tugas baru yang lebih menantang.
Gunakan prinsip tersebut untuk memeriksa apakah sistem tugas di rumah sudah cukup jelas dan memberi ruang belajar bagi anak.
Tamparan kecilnya
Setiap kali Anda berkata, “Biar Mama saja, lebih cepat,” Anda sedang memilih kemudahan hari ini dengan mengorbankan kemandirian anak pada masa depan. Pada saat yang sama, Anda memilih untuk terus memikul beban yang sebenarnya dapat dibagi.
Memberi anak kesempatan memang membutuhkan waktu. Namun, tanpa kesempatan untuk melihat, mencoba bersama, lalu mengerjakan sendiri, anak tidak punya ruang untuk menguasai tugas tersebut.
Coba sekarang di Familio
Pilih dua sampai tiga tugas dari daftar di atas sesuai usia setiap anak. Masukkan tugas tersebut ke daftar tugas rumah Familio atas nama mereka. Anak akan melihat bahwa ia punya peran nyata dalam keluarga, dan Anda punya satu hal lebih sedikit yang harus diingat setiap hari.
Sumber: Neuroscience News, Children's Chores Improve Brain Function (Tepper et al., 2022). Daftar tugas adalah panduan umum; selalu utamakan keselamatan dan sesuaikan dengan kemampuan anak.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa tugas rumah yang cocok untuk anak balita?
Anak usia 2–3 tahun dapat memasukkan mainan ke kotak, menaruh baju kotor di keranjang, atau membuang sampah kecil. Pilih pekerjaan ringan, sesuaikan dengan kemampuan anak, dan selalu utamakan keselamatan.
Bagaimana cara mengajarkan anak mengerjakan tugas rumah?
Gunakan tiga tahap: Anda memberi contoh, Anda dan anak mengerjakannya bersama, lalu anak mencoba sendiri dengan pendampingan. Setelah anak memahami caranya, tugas itu dapat menjadi tanggung jawabnya.
Mengapa anak perlu ikut mengerjakan tugas rumah?
Riset Deanna Tepper dan tim dari Deakin University (2022) terhadap 207 anak usia 5–13 tahun menemukan hubungan antara keterlibatan dalam tugas rumah dengan memori kerja dan kemampuan menahan diri yang lebih baik. Tugas rumah juga memberi anak peran nyata dalam keluarga.
Bagaimana jika hasil pekerjaan rumah anak belum rapi?
Terima hasil yang belum sempurna dan hindari langsung merapikannya kembali di depan anak. Tunjukkan bagian yang perlu diperbaiki melalui tahap memberi contoh, mengerjakan bersama, dan mendampingi anak mencoba sendiri.
Berapa banyak tugas rumah yang sebaiknya diberikan kepada anak?
Anda dapat memulai dengan dua sampai tiga tugas yang sesuai usia dan kemampuan anak. Buat tugas itu rutin dan terlihat, lalu tambahkan satu tugas baru yang lebih menantang pada awal tahun ajaran baru.