Keuangan keluarga
Biaya Sekolah Naik Lebih Cepat dari Gaji: Hitungan Jujur untuk Anak yang Lahir Tahun Ini
Biaya sekolah naik lebih cepat daripada gaji. Simak hitungan biaya kuliah anak yang lahir pada 2026 dan dampak mahalnya menunda tabungan.
Tim Familio 5 menit baca

Daftar isi
Mbak Sari datang ke open house TK swasta dekat rumah untuk anak pertamanya. Uang pangkalnya Rp18 juta. Dalam perjalanan pulang, ia teringat bahwa adiknya akan masuk TK yang sama tiga tahun lagi. “Paling naiknya sedikit,” pikirnya.
Tiga tahun kemudian, uang pangkal itu sudah hampir Rp25 juta. Pengalaman Mbak Sari menunjukkan jawaban intinya: biaya sekolah perlu dihitung dengan kenaikan tahunan dan waktu yang tersisa, bukan memakai harga hari ini begitu saja. Semakin awal Anda mulai, semakin ringan jumlah yang perlu disisihkan setiap bulan.
Banyak orang tua mengalami kejutan serupa. Bukan karena mereka tidak menabung, melainkan karena tabungan dibuat dengan asumsi biaya sekolah naik sepelan harga lain. Asumsi itulah yang perlu diperbaiki.
Berapa kenaikan biaya sekolah setiap tahun?
OJK mengingatkan bahwa uang pangkal sekolah rata-rata naik 10% sampai 15% per tahun, jauh di atas inflasi umum. Artinya, target pendidikan anak perlu diperbarui secara berkala agar tidak tertinggal dari kenaikan biaya sebenarnya.
Data Statistik Penunjang Pendidikan BPS menunjukkan rata-rata biaya pendidikan SD naik dari sekitar Rp2,4 juta pada 2018 menjadi Rp4,56 juta pada 2024. Nilainya hampir dua kali lipat dalam enam tahun. Analisis Hoshizora Foundation atas data tersebut menghitung kenaikan rata-rata sekitar 12,6% per tahun.
Sementara itu, kenaikan gaji kebanyakan keluarga tidak bergerak di angka dua digit setiap tahun. Selisih laju kenaikan inilah yang membuat pendidikan terasa makin tidak terjangkau, meskipun penghasilan keluarga ikut naik.
Kondisi tersebut bukan alasan untuk panik. Namun, Anda perlu memakai asumsi yang lebih jujur saat menetapkan target dan tidak menganggap angka pada brosur sekolah hari ini akan tetap sama beberapa tahun lagi.
Berapa biaya kuliah bayi yang lahir pada 2026?
Mari gunakan contoh sederhana. Misalkan total biaya kuliah S1 di kampus pilihan Anda saat ini Rp150 juta. Angka itu mencakup uang masuk, UKT 8 semester, dan biaya hidup.
Anak Anda baru lahir pada 2026, sehingga masih ada waktu 18 tahun sebelum kuliah. Hasil perhitungannya sangat berbeda, tergantung asumsi kenaikan biaya yang digunakan.
Asumsi kenaikan biaya per tahun | Biaya kuliah saat anak berusia 18 |
|---|---|
5% | sekitar Rp361 juta |
7% | sekitar Rp507 juta |
10% | sekitar Rp834 juta |
Angka tersebut merupakan ilustrasi, bukan ramalan. Pesannya sederhana: angka hari ini saja tidak cukup untuk merencanakan masa depan. Angka yang berguna adalah biaya saat ini setelah memperhitungkan waktu dan kenaikan tahunan.

Perbedaan antara sekitar Rp361 juta dan Rp834 juta juga memperlihatkan besarnya pengaruh asumsi. Karena itu, jangan hanya menulis “dana kuliah” tanpa nominal dan tahun tujuan yang jelas.
Mengapa waktu mulai menabung sangat menentukan?
Sekarang, misalkan target dana pendidikan Anda Rp500 juta. Dana tersebut diinvestasikan dengan asumsi imbal hasil 8% per tahun.
Mulai sejak anak lahir, dengan waktu 18 tahun: sekitar Rp1 juta per bulan.
Mulai saat anak kelas 2 SD, dengan waktu 10 tahun tersisa: sekitar Rp2,7 juta per bulan.
Targetnya sama, yaitu Rp500 juta. Namun, menunda selama 8 tahun membuat cicilan bulanannya hampir tiga kali lipat. Perbedaan ini bukan terutama soal pintar memilih investasi, melainkan soal memberi waktu lebih panjang kepada rencana Anda.
Memulai lebih awal juga tidak berarti Anda harus langsung mempunyai seluruh dananya. Fokus pertama adalah menentukan tujuan yang masuk akal, memisahkan tabungannya, lalu mengisi secara konsisten sesuai kemampuan keluarga.
Bagaimana menyiapkan dana pendidikan anak?
Anda dapat memulai dengan beberapa langkah yang konkret minggu ini.
Tentukan target secara realistis. Pilih negeri atau swasta, lalu tentukan apakah anak akan belajar di dalam kota atau luar kota. Tulis satu skenario utama, bukan lima skenario sekaligus.
Pisahkan dana pendidikan dari tabungan umum. Dana yang tercampur hampir selalu terpakai untuk kebutuhan lain. Pemisahan membuat tujuan dan perkembangannya lebih mudah terlihat.
Pecah target berdasarkan jenjang. TK, SD, SMP, SMA, dan kuliah mempunyai jadwal berbeda. Dana yang akan dipakai 2 tahun lagi harus lebih aman daripada dana yang baru dibutuhkan 15 tahun lagi.
Lindungi pencari nafkah. Rencana pendidikan dapat runtuh jika pencari nafkah sakit atau meninggal. Asuransi jiwa berjangka yang murah sering lebih penting daripada produk “asuransi pendidikan” yang mahal. Diskusikan pilihan ini dengan perencana keuangan independen.
Tinjau setiap tahun ajaran baru. Periksa brosur sekolah incaran, lalu perbarui asumsi kenaikan dan target dana Anda.
Rencana ini tidak harus selesai dalam sekali duduk. Yang penting, Anda memiliki satu angka tujuan, satu tenggat, dan tempat khusus untuk memantau kemajuannya.
Tamparan kecilnya
Menyekolahkan anak di sekolah yang dianggap “lebih bagus” sering dijadikan tanda cinta. Namun, cinta yang lebih besar adalah memastikan anak tidak harus berhenti di tengah jalan atau lulus sambil membawa beban utang orang tuanya.
Pilihan sekolah perlu berjalan bersama kemampuan keluarga untuk menuntaskan pembiayaannya. Target yang terlihat sederhana tetapi dapat dijaga sampai selesai lebih kuat daripada rencana besar yang bergantung pada harapan bahwa biaya tidak akan banyak berubah.
Coba sekarang di Familio
Buat target tabungan untuk setiap anak di Familio, misalnya “Kuliah Kakak 2044”, lalu masukkan angka hasil hitungan Anda. Catat juga tanggal penting sekolah, seperti pendaftaran, daftar ulang, dan pembayaran uang pangkal, di agenda keluarga agar tahun ajaran baru tidak lagi membawa kejutan.
Sumber: OJK via Fortune Indonesia (2026); Hoshizora Foundation, analisis data BPS. Tabel dan simulasi cicilan adalah ilustrasi dengan asumsi yang disebutkan, bukan nasihat investasi.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa kenaikan biaya sekolah setiap tahun?
OJK mengingatkan bahwa uang pangkal sekolah rata-rata naik 10% sampai 15% per tahun, jauh di atas inflasi umum. Karena itu, target dana pendidikan perlu ditinjau kembali setiap tahun ajaran baru.
Berapa biaya kuliah anak yang lahir pada 2026?
Jika total biaya kuliah saat ini Rp150 juta, nilainya dalam 18 tahun dapat menjadi sekitar Rp361 juta dengan kenaikan 5%, Rp507 juta dengan kenaikan 7%, atau Rp834 juta dengan kenaikan 10% per tahun. Angka tersebut merupakan ilustrasi, bukan ramalan.
Berapa tabungan bulanan untuk target dana pendidikan Rp500 juta?
Dengan asumsi dana diinvestasikan dan memberi imbal hasil 8% per tahun, kebutuhan tabungan sejak anak lahir sekitar Rp1 juta per bulan selama 18 tahun. Jika baru dimulai saat anak kelas 2 SD dan tersisa 10 tahun, kebutuhannya sekitar Rp2,7 juta per bulan.
Mengapa dana pendidikan harus dipisahkan dari tabungan umum?
Dana yang tercampur hampir selalu terpakai untuk kebutuhan lain. Memisahkannya membantu keluarga melihat target, tenggat, dan perkembangan tabungan dengan lebih jelas.
Bagaimana cara mulai menyiapkan dana pendidikan anak?
Tentukan satu skenario sekolah yang realistis, pisahkan dananya, lalu pecah target berdasarkan jenjang pendidikan. Tinjau target setiap tahun ajaran baru dengan memeriksa biaya terbaru dari sekolah incaran.