Lewati ke isi
Familio

Keuangan keluarga

Riset: Pasangan yang Pakai Rekening Bersama Lebih Bahagia Dua Tahun Kemudian. Ini Alasannya

Riset dua tahun menemukan rekening bersama membantu menjaga kualitas hubungan. Kuncinya bukan jumlah rekening, melainkan transparansi.

Tim Familio 5 menit baca

Pasangan muda duduk berdampingan di sofa rotan, melihat satu buku catatan keuangan bersama di malam hari
Daftar isi
  1. Apakah rekening bersama membuat pasangan lebih bahagia?
  2. Mengapa rekening bersama bisa membantu hubungan?
  3. Haruskah seluruh gaji masuk ke rekening bersama?
  4. Bagaimana mulai bicara soal rekening bersama?
  5. Tamparan kecilnya
  6. Coba sekarang di Familio

Dina dan Raka menikah dengan kesepakatan yang terdengar sangat dewasa: "Uangmu uangmu, uangku uangku. Tagihan rumah kita bagi dua." Rasanya adil, modern, dan tidak membuat siapa pun merasa dikontrol.

Namun, riset menunjukkan rekening bersama dapat membantu menjaga kualitas hubungan selama dua tahun pertama pernikahan. Alasannya bukan sekadar uang berada di tempat yang sama. Transparansi, tujuan yang sejalan, dan mentalitas "kita" membuat pasangan lebih sedikit menebak-nebak dan berhitung soal kontribusi masing-masing.

Setahun setelah menikah, Dina dan Raka bertengkar tentang hal yang sama sampai tiga kali sebulan. Bukan semata soal nominal, melainkan soal rasa. "Kok kamu bisa beli sepatu Rp2 juta, padahal kemarin bilang listrik mahal?" Jawabannya selalu, "Itu uangku sendiri, kan?"

Kalimat terakhir itu perlahan membuat dua orang yang tidur di ranjang yang sama merasa seperti dua penyewa di kos yang sama.

Apakah rekening bersama membuat pasangan lebih bahagia?

Sebagian besar riset tentang uang dan pernikahan hanya dapat menunjukkan bahwa dua hal saling berhubungan. Pasangan yang menggabungkan uang memang terlihat lebih bahagia. Namun, mungkin saja pasangan yang sejak awal bahagia lebih bersedia menggabungkan uang. Mana penyebab dan mana akibatnya belum jelas.

Jenny Olson dari Indiana University dan tim, termasuk peneliti dari Yale dan Northwestern, melakukan eksperimen yang lebih berani. Mereka merekrut sekitar 230 pasangan yang baru bertunangan atau baru menikah. Pada awal penelitian, semua pasangan memiliki rekening terpisah.

Pasangan-pasangan itu kemudian diundi. Sebagian diminta membuka rekening bersama, sebagian diminta mempertahankan rekening terpisah, dan sebagian lainnya dibiarkan memilih sendiri. Para peneliti mengikuti mereka selama dua tahun dengan enam kali pengukuran.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of Consumer Research tahun 2023 menunjukkan dua pola:

  • Pasangan yang tetap memakai rekening terpisah dan pasangan yang bebas memilih mengalami penurunan kualitas hubungan yang normal terjadi dalam dua tahun pertama pernikahan.

  • Pasangan yang diminta menggabungkan uang dalam rekening bersama tidak mengalami penurunan tersebut. Kualitas hubungan mereka tetap tinggi sampai akhir studi.

Karena pasangan diundi, bukan memilih kelompoknya sendiri, peneliti dapat melangkah lebih dekat ke kesimpulan sebab-akibat. Temuannya bukan hanya "pasangan bahagia menyukai rekening bersama", tetapi juga menunjukkan bahwa rekening bersama ikut menjaga pasangan tetap bahagia.

Pasangan Indonesia menyatukan dua aliran uang ke wadah bersama untuk tujuan keluarga.
Rekening bersama membantu pasangan melihat uang sebagai sarana mencapai tujuan keluarga, bukan sekadar milik pribadi.

Mengapa rekening bersama bisa membantu hubungan?

Penelitian tersebut menemukan tiga mekanisme yang membantu menjelaskan hasilnya. Ketiganya berkaitan dengan cara pasangan mengambil keputusan, membaca perilaku satu sama lain, dan memandang kehidupan rumah tangga.

1. Tujuan keuangan menjadi lebih sejalan

Ketika semua uang berada di satu tempat, pertanyaan "uang ini mau dipakai untuk apa?" perlu dijawab berdua. Liburan, DP rumah, dan dana sekolah anak menjadi tujuan yang terlihat bersama.

Pasangan dengan rekening terpisah dapat memiliki dua daftar prioritas yang tidak pernah benar-benar bertemu. Masalahnya bukan karena salah satu daftar pasti keliru, tetapi karena keputusan penting berjalan sendiri-sendiri.

2. Perasaan tentang pengelolaan uang membaik

Transparansi mengurangi tebak-tebakan. Kekhawatiran seperti "jangan-jangan dia diam-diam boros" lebih mudah dibahas ketika pemasukan dan pengeluaran terlihat oleh kedua pihak.

Keterbukaan juga membuat percakapan lebih konkret. Pasangan tidak hanya berdebat berdasarkan dugaan, tetapi melihat kondisi keuangan yang sama.

3. Mentalitas berubah dari "aku dan kamu" menjadi "kita"

Peneliti menyebutnya norma komunal, yaitu membantu memenuhi kebutuhan pasangan tanpa menghitung balas budi. Fokusnya bergeser dari memastikan kontribusi pribadi sudah seimbang menuju memenuhi kebutuhan keluarga bersama.

Dengan rekening terpisah, pernikahan bisa diam-diam berubah menjadi transaksi. Siapa membayar apa? Siapa sudah mengeluarkan lebih banyak bulan ini? Hitung-hitungan semacam itu melelahkan dan jarang terasa romantis.

Olson juga mencatat hal yang menohok. Pasangan dengan rekening terpisah mungkin merasa lebih mudah untuk pergi. Sekitar 20% pasangan tidak menyelesaikan studi, termasuk cukup banyak yang berpisah setelah tidak menggabungkan rekening.

Cek diri: Cek keterbukaan keuangan bersama

Centang hal yang sudah Anda dan pasangan lakukan.

  • Kami saling mengetahui seluruh sumber pemasukan.
  • Kami saling mengetahui saldo dan utang kartu kredit.
  • Kami mencatat pengeluaran besar agar terlihat oleh kedua pihak.
  • Kami menyepakati kebutuhan rumah yang dibayar bersama.
  • Kami memiliki tujuan bersama seperti tabungan, dana darurat, DP rumah, atau dana sekolah anak.
  • Kami menyepakati nominal uang jajan pribadi.
  • Kami dapat melihat kondisi keuangan keluarga pada satu layar bersama.

Haruskah seluruh gaji masuk ke rekening bersama?

Riset ini bukan perintah untuk menyerahkan seluruh gaji tanpa menyisakan ruang pribadi. Yang diuji adalah efek transparansi dan tujuan bersama. Karena itu, pasangan dapat merancang sistem yang tetap memberi kebebasan pribadi sekaligus membuat kebutuhan keluarga terlihat jelas.

Salah satu jalan tengah yang bisa digunakan keluarga Indonesia terdiri dari tiga lapisan berikut.

Rekening keluarga sebagai pusat

Semua pemasukan masuk lebih dahulu ke rekening keluarga. Dari rekening ini, pasangan membayar kebutuhan rumah, cicilan, sekolah, tabungan, dan dana darurat.

Dengan pusat yang sama, kedua pihak dapat melihat kemampuan keluarga sebelum membuat keputusan besar. Tujuan keluarga juga tidak bergantung pada sisa uang salah satu pihak.

Uang jajan pribadi untuk masing-masing

Tentukan nominal yang disepakati berdua, baik sama besar maupun proporsional. Uang ini benar-benar bebas digunakan tanpa laporan dan tanpa komentar.

Ruang pribadi tetap ada, tetapi batasnya jelas. Dengan begitu, pembelian pribadi tidak mengganggu kebutuhan rumah atau memunculkan pertanyaan tentang uang yang seharusnya dipakai bersama.

Satu layar keuangan bersama

Jika Anda belum siap menggabungkan rekening, setidaknya gabungkan pandangannya. Pastikan seluruh pemasukan dan pengeluaran besar dapat dilihat oleh kedua pihak.

Banyak pasangan Indonesia mempunyai alasan praktis untuk mempertahankan rekening terpisah, seperti payroll kantor, rekening usaha, atau aturan bank. Itu tidak masalah. Yang merusak bukan jumlah rekeningnya, tetapi jumlah rahasianya.

Bagaimana mulai bicara soal rekening bersama?

Mulailah dari angka yang paling mudah dikumpulkan, bukan dari saling menilai kebiasaan belanja. Catat pemasukan, kebutuhan rumah, cicilan, tabungan, dana darurat, dan pengeluaran besar yang perlu diketahui bersama.

Setelah gambarnya terlihat, sepakati bagian yang menjadi milik keluarga dan bagian yang bebas digunakan masing-masing. Tujuannya bukan mengawasi setiap transaksi, melainkan memastikan tidak ada keputusan besar yang tersembunyi.

Jika pembicaraan terasa tegang, kembali ke pertanyaan sederhana: tujuan keluarga mana yang ingin dibiayai bersama? Pertanyaan ini membantu menggeser percakapan dari "uang siapa" menjadi "rencana kita".

Tamparan kecilnya

Kalau Anda tidak tahu berapa saldo pasangan hari ini, tidak tahu berapa utang kartu kreditnya, dan pasangan juga tidak tahu kondisi Anda, pertanyaannya sederhana: Anda sedang membangun keluarga, atau hanya sedang berbagi tagihan?

Coba sekarang di Familio

Buka tab Uang, lalu undang pasangan Anda ke ruang keluarga yang sama. Mulai dari satu hal saja: catat bersama semua pemasukan bulan ini dari dua sumber. Luangkan sepuluh menit, lalu rasakan bedanya ketika Anda berdua melihat angka yang sama dari layar yang sama.

Catat semua pemasukan bulan ini bersama pasangan agar Anda berdua melihat angka yang sama. Buka Uang

Sumber: Olson, Rick, Small & Finkel (2023), Journal of Consumer Research; Indiana University News (2023)

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah rekening bersama membuat pasangan lebih bahagia?

Studi tahun 2023 terhadap sekitar 230 pasangan menemukan bahwa kelompok yang diminta memakai rekening bersama mempertahankan kualitas hubungan yang tinggi selama dua tahun. Rekening bersama membantu melalui transparansi, tujuan yang sejalan, dan mentalitas "kita".

Apakah suami istri harus menggabungkan seluruh gaji?

Tidak harus. Pasangan dapat memakai rekening keluarga untuk kebutuhan bersama sambil tetap menyediakan uang jajan pribadi yang nominalnya disepakati dan bebas digunakan tanpa komentar.

Bagaimana jika suami istri harus memakai rekening terpisah?

Rekening terpisah tetap dapat digunakan karena alasan seperti payroll kantor, rekening usaha, atau aturan bank. Yang penting, kedua pihak melihat pemasukan dan pengeluaran besar pada satu catatan atau layar bersama.

Apa yang sebaiknya dibayar dari rekening keluarga?

Rekening keluarga dapat digunakan untuk kebutuhan rumah, cicilan, sekolah, tabungan, dan dana darurat. Penggunaannya perlu disepakati agar kedua pihak memahami tujuan uang tersebut.

Bagaimana cara mulai terbuka soal keuangan dengan pasangan?

Mulailah dengan mencatat semua pemasukan bulan ini dari kedua pihak. Setelah itu, bicarakan kebutuhan keluarga dan pengeluaran besar berdasarkan angka yang sama, tanpa memulai dari penilaian terhadap kebiasaan belanja.

Baca juga