Keuangan keluarga
Kebahagiaan Liburan Justru Paling Terasa Sebelum Berangkat: Sains di Balik Target Tabungan Keluarga
Kebahagiaan liburan tumbuh sejak masa penantian. Target tabungan membantu keluarga memperpanjang rasa senang itu tanpa membawa pulang utang.
Tim Familio 5 menit baca

Daftar isi
Ingat beberapa minggu sebelum liburan keluarga? Anak-anak menghitung hari. Anda membuka foto destinasi sebelum tidur. Saat lelah di kantor, muncul pikiran kecil yang menghangatkan: "Sebentar lagi."
Rasa bahagia liburan memang dapat muncul paling kuat sebelum keberangkatan. Dengan merencanakan tujuan dan membuat target tabungan sejak jauh hari, keluarga bisa menikmati masa penantian selama berbulan-bulan, lalu pulang tanpa dibayangi utang.
Sekarang ingat seminggu setelah liburan. Cucian menumpuk, email menunggu, dan tagihan kartu kredit datang. Liburan yang baru berlalu terasa seperti sudah terjadi berbulan-bulan lalu. Jika Anda pernah mengalami dua keadaan ini, Anda tidak sendirian. Sains punya penjelasannya.
Mengapa menunggu liburan terasa begitu menyenangkan?
Pada 2010, peneliti pariwisata Jeroen Nawijn dan rekannya menerbitkan studi berjudul Vacationers Happier, but Most not Happier After a Holiday. Judul itu menyampaikan kesimpulannya dengan jujur: orang yang berlibur lebih bahagia, tetapi kebanyakan tidak menjadi lebih bahagia setelah liburan.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Applied Research in Quality of Life tersebut mensurvei 1.530 orang dewasa Belanda. Sebanyak 974 dari mereka pergi berlibur.
Penelitian itu menemukan tiga hal penting:
Orang yang akan berlibur lebih bahagia sebelum berangkat dibanding orang yang tidak berlibur. Para peneliti menduga penyebabnya adalah antisipasi, yaitu rasa senang karena menantikan sesuatu.
Setelah pulang, secara umum tidak ada perbedaan kebahagiaan antara orang yang berlibur dan orang yang tidak berlibur.
Ada satu pengecualian, yaitu orang yang liburannya sangat santai. Mereka merasakan tambahan kebahagiaan, terutama selama dua minggu pertama setelah pulang.
Artinya, perjalanan bukan satu-satunya bagian yang memberi rasa senang. Masa memilih tujuan, menghitung hari, dan membayangkan kegiatan bersama juga merupakan bagian penting dari pengalaman liburan.
Apa hubungan liburan dengan target tabungan keluarga?
Temuan tersebut membawa kabar baik bagi keuangan keluarga. Sebagian besar kebahagiaan liburan bisa dinikmati berbulan-bulan sebelumnya dan gratis, asalkan perjalanan direncanakan, bukan diputuskan secara mendadak.
Menabung untuk liburan dapat memperpanjang masa antisipasi itu. Setiap setoran mengingatkan keluarga bahwa ada pengalaman bersama yang sedang disiapkan. Target yang semula terasa jauh pun perlahan menjadi nyata.
Bandingkan dua keluarga berikut.
Keluarga A memutuskan liburan secara mendadak, lalu membayar dengan kartu kredit atau paylater. Masa antisipasinya hanya satu minggu. Setelah pulang, mereka menghadapi tagihan cicilan selama berbulan-bulan.
Keluarga B memilih tujuan 10 bulan sebelumnya. Mereka menabung bersama setiap bulan, sementara anak-anak ikut melihat perkembangannya. Masa antisipasinya berlangsung 10 bulan dan tidak ada utang setelah pulang.
Tujuan dan liburannya bisa sama. Namun, pengalaman sebelum dan sesudah perjalanan sangat berbeda.

Target tabungan bukan hanya daftar angka. Bagi keluarga, target itu dapat menjadi penghubung antara rencana keuangan dan sesuatu yang ingin dinikmati bersama. Anak-anak juga bisa memahami bahwa perjalanan membutuhkan persiapan, tanpa harus dibebani pembicaraan keuangan yang rumit.
Bagaimana merencanakan tabungan liburan keluarga?
Tentukan tujuan 6–12 bulan sebelumnya
Pilih tujuan jauh-jauh hari, idealnya 6 sampai 12 bulan sebelum berangkat. Semakin lama waktu persiapan, semakin panjang pula masa antisipasi yang bisa dinikmati keluarga.
Tanggal keberangkatan membuat rencana terasa konkret. Keluarga tidak sekadar berkata, "Nanti kita liburan," tetapi memiliki waktu yang bisa ditunggu dan dipersiapkan bersama.
Libatkan anak dalam keputusan kecil
Ajak anak ikut merencanakan perjalanan. Mereka dapat memilih satu aktivitas yang ingin dilakukan. Keterlibatan itu menumbuhkan rasa memiliki dan membuat mereka ikut menantikan liburan.
Anda tetap memegang keputusan utama. Namun, memberi anak satu pilihan membuat rencana tersebut terasa sebagai rencana keluarga, bukan hanya agenda orang tua.
Buat perkembangan tabungan terlihat
Tetapkan target tabungan yang bisa dilihat bersama. Setiap kali perkembangannya naik, rayakan secara sederhana. Langkah ini mengubah kegiatan menabung yang terasa seperti beban menjadi bagian dari keseruan menunggu.
Anda juga bisa membicarakan perkembangannya secara berkala. Fokusnya bukan pada siapa yang paling banyak berkontribusi, melainkan pada kemajuan keluarga menuju tujuan bersama.
Pilih ritme liburan yang santai
Temuan Jeroen Nawijn dan rekannya menunjukkan bahwa hanya liburan yang sangat santai yang meninggalkan efek bahagia setelah pulang. Karena itu, jangan memenuhi setiap hari dengan terlalu banyak tujuan.
Lima destinasi dalam tiga hari mungkin terlihat bagus di media sosial, tetapi bisa melelahkan. Sisakan ruang untuk beristirahat dan menikmati kebersamaan tanpa terus mengejar jadwal.
Sediakan satu hari sebelum kembali ke rutinitas
Sisakan satu hari jeda setelah pulang sebelum kembali bekerja dan sekolah. Keluarga tidak perlu langsung terjun ke rutinitas saat koper belum selesai dibongkar dan tubuh masih membutuhkan istirahat.
Gunakan daftar berikut untuk memeriksa apakah rencana liburan Anda sudah mendukung masa antisipasi yang menyenangkan dan perjalanan yang lebih santai.
Tamparan kecilnya
Liburan yang dibayar dengan utang mengambil dua hal dari Anda: masa antisipasi yang seharusnya menyenangkan dan ketenangan setelah pulang. Anda membayar mahal untuk satu minggu, lalu kehilangan kebahagiaan berbulan-bulan yang sebenarnya bisa dinikmati secara gratis.
Masalahnya bukan pada keinginan untuk berlibur. Masalah muncul ketika keputusan mendadak membuat keluarga hanya memiliki sedikit waktu untuk menanti, tetapi harus membawa tagihan itu pulang dalam waktu yang jauh lebih lama.
Coba sekarang di Familio
Ajak semua anggota keluarga memilih satu tujuan liburan berikutnya. Buat target tabungan bersama di Familio, lengkapi dengan tanggal keberangkatan, lalu tambahkan tanggal itu ke kalender keluarga. Mulai malam ini, kebahagiaan liburan Anda sudah bisa dinikmati.
Sumber: Nawijn et al. (2010), Applied Research in Quality of Life; ScienceDaily (2010)
Pertanyaan yang sering diajukan
Mengapa menunggu liburan terasa lebih membahagiakan?
Studi Jeroen Nawijn dan rekannya pada 2010 menduga bahwa antisipasi membuat orang yang akan berlibur lebih bahagia dibanding orang yang tidak berlibur. Rasa senang sudah muncul ketika keluarga menantikan dan merencanakan perjalanan.
Kapan sebaiknya mulai menabung untuk liburan keluarga?
Artikel ini menyarankan menentukan tujuan dan mulai bersiap idealnya 6–12 bulan sebelum keberangkatan. Waktu yang lebih panjang memberi keluarga kesempatan untuk menabung sekaligus menikmati masa antisipasi.
Apakah liburan membuat seseorang lebih bahagia setelah pulang?
Secara umum, studi terhadap 1.530 orang dewasa Belanda tidak menemukan perbedaan kebahagiaan setelah pulang antara orang yang berlibur dan yang tidak. Pengecualiannya adalah orang yang menjalani liburan sangat santai, terutama selama dua minggu pertama setelah pulang.
Bagaimana agar liburan keluarga tidak meninggalkan utang?
Tentukan tujuan jauh-jauh hari, buat target tabungan bersama, dan pantau perkembangannya setiap bulan. Persiapan ini membantu keluarga membayar perjalanan dari dana yang dikumpulkan, bukan dari kartu kredit atau paylater.
Bagaimana melibatkan anak dalam rencana liburan?
Biarkan anak memilih satu aktivitas dan ikut melihat perkembangan target tabungan. Cara ini memberi mereka rasa memiliki serta membuat masa menunggu liburan lebih menyenangkan.