Keuangan keluarga
Kebiasaan Uang Anak Terbentuk Sebelum Usia 7 Tahun (Riset Cambridge). Apa yang Sudah Ia Lihat dari Anda?
Anak kecil belajar soal uang dengan mengamati orang dewasa. Lihat kebiasaan apa yang ia tangkap dan langkah yang bisa Anda mulai minggu ini.
Tim Familio 5 menit baca

Daftar isi
Naya, 5 tahun, sedang bermain jual-jualan dengan boneka-bonekanya. Ia menyodorkan mainan HP kepada salah satu boneka dan berkata, "Scan aja, Bu, nanti bayarnya pakai paylater."
Ibunya tertawa, lalu mendadak terdiam. Naya tidak pernah diajari kata "paylater". Ia hanya mendengarnya berkali-kali di rumah. Anak kecil memang belajar soal uang terutama dengan mengamati orang dewasa, mulai dari cara Anda berbelanja sampai cara Anda bereaksi ketika tagihan datang.
Benarkah kebiasaan uang anak terbentuk sebelum usia 7 tahun?
Pada 2013, David Whitebread dan Sue Bingham dari University of Cambridge menyusun tinjauan riset untuk Money Advice Service, lembaga pemerintah Inggris. Mereka meneliti bagaimana anak-anak belajar, termasuk bagaimana mereka belajar soal uang.
Kesimpulan yang kemudian viral berbunyi, "kebiasaan uang terbentuk sebelum usia 7 tahun." Kalimat itu sedikit menyederhanakan temuan mereka. Ada dua hal penting yang sebenarnya ditemukan:
Fondasi kognitif perilaku keuangan, seperti kemampuan menahan diri, merencanakan, dan memahami bahwa uang dapat ditukar dengan barang, umumnya sudah terbentuk sekitar usia 7 tahun.
Mengajarkan pengetahuan keuangan secara eksplisit kepada anak kecil kemungkinan besar tidak efektif untuk mengubah perilaku mereka. Pada usia ini, anak belajar dari mengamati tindakan orang dewasa, bukan dari penjelasan semata.
Poin kedua sering luput dari perhatian. Bagi anak balita, pelajaran keuangan terbaik bukan hanya buku cerita tentang menabung atau celengan lucu. Pelajaran itu hadir melalui Anda: cara Anda memilih barang, membayar belanjaan, membicarakan kebutuhan, dan menghadapi tagihan.
Apa saja kebiasaan uang orang tua yang diamati anak?
Anak tidak hanya mendengar nasihat yang sengaja Anda sampaikan. Ia juga memperhatikan percakapan singkat, ekspresi wajah, dan keputusan kecil yang berulang di rumah.
Psikolog keuangan Brad dan Ted Klontz menyebut keyakinan bawah sadar tentang uang yang terbentuk sejak kecil sebagai money scripts, atau naskah uang. Naskah ini seperti aturan tak tertulis yang diserap anak dari pengalaman sehari-hari.
Beberapa contohnya:
"Uang itu sumber masalah." Anak dapat menangkap pesan ini jika ia sering mendengar orang tuanya bertengkar soal uang.
"Kalau sedih, belanja." Pesan ini muncul ketika anak melihat belanja selalu dijadikan hiburan saat ada stres.
"Uang itu tabu, jangan dibicarakan." Anak dapat menyimpulkannya jika ia selalu disuruh diam setiap bertanya soal harga.
"Selalu ada cara untuk mendapat barang sekarang." Anak bisa memercayainya jika ia melihat semua hal dibeli dengan cicilan.
Naskah-naskah tersebut dapat terbawa sampai dewasa. Tanpa disadari, keyakinan yang terbentuk di rumah bisa ikut mengarahkan keputusan keuangannya 30 tahun kemudian.

Bagaimana mengajarkan uang kepada anak mulai minggu ini?
Anda tidak perlu mengubah setiap kegiatan keluarga menjadi pelajaran panjang. Anak justru membutuhkan contoh yang sederhana, tenang, dan bisa diamati berulang kali.
Narasikan alasan di balik keputusan Anda
Ucapkan pertimbangan Anda dengan suara keras. Misalnya, "Mama mau beli ini, tapi kita tunggu bulan depan ya, karena uang bulan ini sudah untuk sekolah."
Kalimat sederhana itu menunjukkan bahwa menunda adalah bagian normal dari mengambil keputusan. Anak juga melihat bahwa uang yang tersedia perlu diarahkan untuk kebutuhan tertentu.
Buat proses membayar lebih terlihat
Di era QRIS, anak tidak selalu melihat uang berpindah tangan. Sesekali gunakan uang tunai di depannya, lalu biarkan ia yang membayar.
Tujuannya bukan menganggap satu cara pembayaran lebih baik. Anda sedang membantu anak melihat hubungan antara uang yang diberikan dan barang yang diterima.
Bicarakan uang dengan tenang
Anak tidak perlu mendengar detail utang atau kecemasan orang dewasa. Namun, ia boleh menyaksikan percakapan sehari-hari tentang uang yang berlangsung santai.
Ketika orang tua dapat membicarakan kebutuhan dan pilihan tanpa bertengkar, anak sedang mempelajari sesuatu yang sangat berharga. Ia melihat bahwa uang dapat dibahas tanpa rasa takut atau permusuhan.
Beri anak kesempatan memilih
Anda dapat berkata, "Uangmu cukup untuk satu mainan. Mau yang ini atau yang itu?" Jangan buru-buru mengambil keputusan untuknya.
Memilih merupakan latihan pertama tentang biaya peluang. Untuk mendapat satu barang, ada pilihan lain yang perlu dilepas.
Jangan membayar semua perilaku baik
Hindari menjadikan uang sebagai hadiah untuk setiap tindakan baik. Jika setiap perilaku baik selalu dibayar, anak bisa belajar bahwa kebaikan adalah transaksi.
Penghargaan tidak selalu harus berupa uang. Yang penting, anak tidak melihat setiap bantuan dan perilaku baik sebagai sesuatu yang hanya layak dilakukan jika ada bayaran.
Apakah terlambat jika anak sudah lewat usia 7 tahun?
Tidak. Riset tersebut tidak mengatakan bahwa perubahan setelah usia 7 tahun mustahil. Perubahan hanya menjadi lebih sulit dan membutuhkan lebih banyak usaha.
Pelajaran tentang uang tetap dapat diberikan pada usia berapa pun. Perbedaannya, semakin besar anak, semakin penting penjelasan dan praktik langsung, bukan hanya contoh yang ia amati.
Anda tetap bisa melibatkan anak dalam pilihan sederhana yang sesuai keseharian keluarga. Jelaskan alasan sebuah keinginan perlu ditunda, lalu beri kesempatan kepadanya untuk ikut menjalani proses menunggu dan menabung.
Tamparan kecilnya
Anda mungkin sedang menabung untuk pendidikan anak. Namun, setiap hari, tanpa sadar, Anda juga sedang memberikan pendidikan keuangan pertamanya.
Pertanyaannya bukan hanya berapa banyak yang Anda siapkan untuk masa depannya. Pertanyaannya: pelajaran apa yang sedang ia tangkap dari Anda hari ini?
Coba sekarang di Familio
Ajak anak melihat satu target tabungan keluarga di Familio, misalnya liburan atau sepeda baru. Tunjukkan progresnya setiap minggu agar ia merasakan bahwa sesuatu yang diinginkan dapat dicapai dengan menunggu dan menabung, bukan hanya dengan scan dan bayar nanti.
Sumber: Psychology Today (2026), ringkasan Whitebread & Bingham (2013) dan Klontz et al. (2011); Kid Wealth, catatan kritis atas klaim "usia 7"
Pertanyaan yang sering diajukan
Benarkah kebiasaan uang anak terbentuk sebelum usia 7 tahun?
Tinjauan riset David Whitebread dan Sue Bingham pada 2013 menemukan bahwa fondasi kognitif perilaku keuangan umumnya sudah terbentuk sekitar usia 7 tahun. Klaim ini bukan berarti perilaku keuangan tidak dapat berubah setelah usia tersebut.
Bagaimana cara mengajarkan uang kepada anak balita?
Tunjukkan kebiasaan yang ingin Anda tanamkan melalui keputusan sehari-hari. Narasikan alasan menunda pembelian, bicarakan uang dengan tenang, dan beri anak kesempatan memilih di antara dua barang.
Apa itu money scripts pada anak?
Brad dan Ted Klontz menggunakan istilah *money scripts* untuk keyakinan bawah sadar tentang uang yang terbentuk sejak kecil. Keyakinan itu dapat berasal dari kebiasaan dan percakapan yang berulang di rumah, lalu terbawa sampai dewasa.
Apakah masih bisa mengajarkan keuangan jika anak sudah berusia lebih dari 7 tahun?
Masih bisa. Perubahan mungkin lebih sulit dan membutuhkan lebih banyak usaha, sementara penjelasan serta praktik langsung menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia anak.
Apa contoh kebiasaan uang yang baik untuk dilihat anak?
Anak dapat melihat orang tua menunda pembelian, membahas kebutuhan dengan tenang, dan menabung untuk sebuah target. Contoh yang dilakukan berulang membantu anak memahami bahwa keinginan tidak selalu harus dipenuhi saat itu juga.