Lewati ke isi
Familio

Memori & identitas keluarga

Riset: Kita Meremehkan Nilai Momen Biasa. Kenapa Hari Selasa Lebih Layak Dicatat daripada Ulang Tahun

Riset menunjukkan kita meremehkan kenangan dari hari biasa. Satu kalimat sederhana hari ini bisa menjadi arsip keluarga yang berharga.

Tim Familio 5 menit baca

Ayah dan anak tertawa saat sarapan biasa di dapur sementara ibu menyiapkan bekal sekolah
Daftar isi
  1. Mengapa momen biasa terasa lebih berharga di kemudian hari?
  2. Apa yang ditemukan eksperimen Hari Valentine?
  3. Mengapa kita sering tidak mencatat percakapan sehari-hari?
  4. Mengapa hari biasa penting bagi keluarga?
  5. Apa yang layak dicatat dari hari biasa?
  6. Bagaimana cara mencatat momen keluarga tanpa kerepotan?
  7. Tamparan kecilnya
  8. Coba sekarang di Familio

Ulang tahun anak Anda punya 214 foto, video tiup lilin dari tiga sudut, dan unggahan dengan 87 komentar. Selasa lalu tidak punya apa-apa, padahal di mobil anak Anda tiba-tiba bertanya, "Ayah, kalau Ayah jadi anak kecil lagi, Ayah mau jadi temanku nggak?" Kalian lalu tertawa sampai lampu merah berganti hijau.

Momen biasa seperti percakapan itu layak dicatat karena kita cenderung meremehkan nilainya. Riset menunjukkan bahwa pengalaman yang terasa sepele sekarang dapat menjadi jauh lebih menarik dan berharga ketika dibaca kembali. Sepuluh tahun lagi, boleh jadi satu kalimat dari hari Selasa lebih ingin Anda temukan daripada ratusan foto ulang tahun.

Mengapa momen biasa terasa lebih berharga di kemudian hari?

Pada 2014, Ting Zhang dari Harvard Business School bersama Tami Kim, Alison Wood Brooks, Francesca Gino, dan Michael Norton meminta 135 mahasiswa membuat kapsul waktu pada awal musim panas.

Isinya bukan peristiwa besar. Para mahasiswa mencatat hal-hal biasa, seperti percakapan terakhir, lagu yang sedang disukai, acara yang baru dihadiri, dan sebagian tugas kuliah.

Sebelum menyegel kapsul, mereka diminta menebak seberapa penasaran dan tertarik mereka untuk membaca isinya tiga bulan kemudian.

Tiga bulan kemudian, kapsul itu dibuka. Hasilnya, mereka jauh lebih penasaran, lebih tertarik, dan lebih menikmati isinya daripada yang mereka perkirakan sendiri.

Temuan ini membantu menjelaskan masalah kecil dalam cara kita memperlakukan keseharian. Kita melihat hari ini dari jarak yang terlalu dekat. Karena semuanya masih akrab, detailnya terasa tidak perlu disimpan.

Apa yang ditemukan eksperimen Hari Valentine?

Dalam studi berikutnya, peserta yang memiliki pasangan diminta menulis tentang dua jenis momen: Hari Valentine dan hari biasa bersama pasangan.

  • Untuk momen Valentine, tebakan peserta tentang seberapa menyenangkan catatan itu saat dibaca nanti cukup akurat.

  • Untuk momen hari biasa, peserta meremehkan seberapa menyenangkan catatan itu ketika dibaca kembali.

Momen istimewa terasa istimewa sekarang dan nanti, sehingga tidak banyak kejutan. Sebaliknya, momen biasa terasa tidak penting sekarang, tetapi berubah menjadi istimewa seiring waktu.

Menurut Zhang, apa yang biasa sekarang justru menjadi lebih luar biasa pada masa depan, bahkan lebih luar biasa daripada yang kita perkirakan.

Mengapa kita sering tidak mencatat percakapan sehari-hari?

Dalam studi lain, peserta diminta memilih antara menulis tentang percakapan yang baru mereka alami atau menonton video talk show. Hanya 27% yang memilih menulis tentang percakapan tersebut.

Sebulan kemudian, peserta diberi pilihan antara membaca ulang catatan percakapan itu atau menonton video. Kali ini, 58% memilih membaca catatan percakapan.

Para peneliti juga menemukan penyebabnya. Kita terlalu yakin akan mengingat momen-momen tersebut, sehingga merasa tidak perlu mencatatnya. Padahal, ingatan tentang hal biasa adalah yang paling cepat memudar.

Mengapa hari biasa penting bagi keluarga?

Hidup keluarga sebagian besar terdiri dari hari Selasa: sarapan yang terburu-buru, perjalanan ke sekolah, obrolan sebelum tidur, dan pertanyaan aneh anak. Ulang tahun dan liburan hanya mengisi belasan hari dalam setahun. Sisanya, lebih dari 340 hari, adalah hari biasa.

Jika kita hanya mendokumentasikan hari istimewa, kita mencatat kurang dari 5% hidup keluarga. Sebagian besar pengalaman yang sebenarnya membentuk siapa kita justru terlewatkan.

Beragam momen biasa keluarga Indonesia tersimpan sebagai kenangan berharga.
Kehidupan keluarga lebih banyak dibentuk oleh rutinitas kecil daripada oleh beberapa perayaan besar.

Bukan berarti ulang tahun dan liburan tidak penting. Masalahnya muncul ketika album keluarga hanya berisi acara besar, sementara suara, kebiasaan, dan percakapan sehari-hari tidak meninggalkan jejak.

Apa yang layak dicatat dari hari biasa?

Anda tidak perlu menunggu kejadian dramatis. Detail yang tampak remeh justru dapat memperlihatkan seperti apa kehidupan keluarga pada suatu masa.

Jenis momen

Contoh

Kalimat polos anak

"Kenapa bulan ikut kita pulang?"

Kebiasaan yang nanti akan hilang

Cara anak menggandeng tangan Anda saat menyeberang, yang suatu hari akan berhenti

Percakapan di mobil atau sebelum tidur

Obrolan yang tidak direncanakan dan justru paling jujur

Harga dan hal remeh zaman sekarang

Harga seporsi bakso, lagu yang sedang viral, merek susu anak

Rutinitas pagi

Siapa bangun duluan, siapa paling lama di kamar mandi

Hal kecil yang membuat Anda bangga

"Hari ini Kakak membagi bekalnya dengan teman yang lupa bawa."

Catatan tidak harus indah atau lengkap. Satu kalimat yang jujur sudah cukup untuk menyimpan detail yang mungkin segera terlupakan.

Bagaimana cara mencatat momen keluarga tanpa kerepotan?

  • Gunakan aturan satu kalimat. Setiap malam, catat satu momen biasa dari hari itu. Tidak perlu dibuat indah.

  • Pasang pengingat pada hari yang terasa membosankan, misalnya Selasa dan Kamis malam.

  • Dokumentasikan untuk dibaca, bukan untuk diunggah. Momen biasa mungkin terasa hambar di media sosial, tetapi sangat berharga dalam arsip keluarga.

  • Baca ulang secara berkala, setiap tiga bulan atau setiap akhir tahun. Pada saat itulah efek penemuan kembali terasa.

Mulailah dari bentuk yang paling ringan bagi Anda. Bisa berupa kalimat polos anak, percakapan singkat di mobil, foto meja makan, atau satu kebiasaan kecil yang ingin Anda ingat.

Cek diri: Cek Kebiasaan Menyimpan Momen Biasa

Centang yang sudah Anda lakukan dalam keseharian keluarga.

  • Mencatat satu kalimat tentang hari biasa
  • Menyimpan kalimat polos anak
  • Merekam kebiasaan kecil yang mungkin hilang
  • Menyimpan percakapan di mobil atau sebelum tidur
  • Memasang pengingat pada Selasa atau Kamis malam
  • Membaca ulang catatan setiap tiga bulan atau akhir tahun

Tamparan kecilnya

Kita memperlakukan ulang tahun seperti peristiwa penting dan hari Selasa seperti sampah waktu. Padahal, ketika anak-anak sudah dewasa dan rumah menjadi sepi, yang paling kita rindukan mungkin bukan pesta ulang tahunnya, melainkan suara ribut di meja makan pada hari Selasa biasa.

Hari biasa hanya terasa biasa selama kita masih memilikinya.

Coba sekarang di Familio

Buat pengingat berulang di Familio setiap Selasa malam dengan judul "Momen Selasa". Saat pengingat muncul, tulis satu kalimat di tab Jurnal atau unggah satu foto biasa ke tab Memori. Pilih bukan foto terbaik, melainkan foto yang paling jujur tentang hari itu. Tiga bulan lagi, baca ulang semuanya. Anda mungkin terkejut melihat betapa berharganya hari-hari yang dahulu terasa tidak penting.

Tulis satu kalimat jujur tentang momen biasa keluarga Anda hari ini di Jurnal Familio. Buka Jurnal

Sumber: Zhang, Kim, Brooks, Gino & Norton, 2014, A "Present" for the Future, Psychological Science; ringkasan APS; Greater Good in Action, Time Capsule practice, UC Berkeley.

Pertanyaan yang sering diajukan

Mengapa momen biasa keluarga perlu dicatat?

Kita cenderung menganggap momen biasa akan selalu diingat, padahal ingatan tentang hal biasa paling cepat memudar. Riset Ting Zhang dan rekan-rekannya pada 2014 menunjukkan bahwa orang meremehkan betapa menariknya pengalaman biasa ketika dibaca kembali.

Apa contoh momen sehari-hari yang layak disimpan?

Catat kalimat polos anak, kebiasaan yang mungkin hilang, percakapan di mobil, obrolan sebelum tidur, rutinitas pagi, atau hal kecil yang membuat Anda bangga. Harga makanan, lagu yang sedang viral, dan merek susu anak juga dapat menggambarkan kehidupan keluarga pada masa itu.

Bagaimana cara membuat jurnal keluarga tanpa terasa merepotkan?

Gunakan aturan satu kalimat dan catat satu momen biasa setiap malam. Anda juga bisa memasang pengingat pada Selasa dan Kamis malam, lalu membaca kembali catatan setiap tiga bulan atau akhir tahun.

Lebih baik menyimpan foto atau menulis jurnal keluarga?

Keduanya dapat digunakan untuk menyimpan momen biasa. Tulis satu kalimat jika percakapan atau ucapan anak menjadi bagian penting, atau unggah satu foto yang paling jujur menggambarkan hari tersebut.

Kapan catatan momen keluarga sebaiknya dibaca kembali?

Catatan dapat dibaca kembali setiap tiga bulan atau setiap akhir tahun. Jeda waktu membuat detail yang dahulu terasa biasa dapat ditemukan kembali dengan sudut pandang yang berbeda.

Baca juga