Pengasuhan
Ketika Aturan di Rumah Beda dengan di Rumah Eyang
Aturan di rumah Eyang boleh berbeda. Kuncinya, tegas pada keselamatan dan nilai penting, lalu longgar pada kebiasaan sesekali.
Tim Familio 5 menit baca

Daftar isi
Di rumah, aturannya jelas: permen hanya pada akhir pekan, TV maksimal satu jam, dan tidur pukul 8 malam. Lalu anak menginap di rumah Eyang selama akhir pekan. Ia pulang dengan cerita tentang makan cokelat setiap hari, menonton kartun sampai pukul 10 malam, dan mendapat mainan setiap kali merengek.
Jawaban intinya, Anda tidak harus menyeragamkan semua aturan. Tetaplah tegas pada keselamatan, kesehatan, dan nilai penting keluarga. Untuk kebiasaan seperti camilan, waktu menonton, atau jam tidur saat sesekali menginap, rumah Eyang boleh sedikit lebih longgar.
Namun, kalimat anak tetap bisa menusuk: "Aku lebih suka di rumah Eyang. Eyang nggak galak kayak Mama." Anda mungkin merasa semua usaha menjaga kebiasaan baik mendadak kalah oleh cokelat, kartun, dan mainan.
Di banyak keluarga Indonesia, kakek dan nenek bukan sekadar tamu. Mereka menjadi pengasuh harian ketika orang tua bekerja, tempat anak dititipkan, dan sumber kasih sayang yang tak ternilai. Karena perannya besar, perbedaan aturan antara dua rumah juga bisa menjadi sumber konflik yang sangat melelahkan.
Mengapa kehadiran kakek-nenek penting bagi anak?
Sebelum membahas konflik, akui dahulu nilai besar kehadiran mereka. Riset University of Oxford yang dipimpin Ann Buchanan pada 2008 menemukan bahwa keterlibatan kakek-nenek yang tinggi berhubungan dengan lebih sedikit masalah emosi dan perilaku pada anak remaja.
Kakek-nenek memberi anak rasa memiliki, sejarah keluarga, cinta tanpa syarat, dan satu lagi tempat aman di dunia. Jadi, tujuannya bukan menjauhkan anak dari Eyang. Tujuannya adalah membangun kerja sama yang lebih baik.

Mengapa aturan di rumah Eyang sering berbeda?
Perbedaan itu tidak selalu berarti Eyang meremehkan cara Anda mengasuh. Ada beberapa alasan yang mungkin berada di baliknya:
Perannya berbeda. Banyak kakek-nenek merasa tugas mereka sekarang adalah memanjakan, bukan mendidik. Mereka sudah menjalani masa "galak" ketika membesarkan Anda.
Pengetahuannya berasal dari zaman berbeda. Banyak anjuran pengasuhan dan kesehatan anak sudah berubah sejak Anda kecil.
Ada rasa bersalah atau rindu. Eyang yang jarang bertemu cucu mungkin ingin setiap momen terasa istimewa.
Aturannya belum pernah dibicarakan. Sering kali kakek-nenek tidak mengetahui aturan rumah Anda karena belum pernah dijelaskan dengan baik.
Memahami alasan ini tidak berarti Anda harus menyetujui semuanya. Pemahaman membantu Anda memilih cara bicara yang tidak langsung membuat Eyang merasa disalahkan.
Aturan mana yang harus tegas dan mana yang boleh longgar?
Tidak semua perbedaan layak diperdebatkan. Agar tenaga Anda tidak habis untuk setiap camilan atau tambahan waktu menonton, bagi aturan menjadi tiga kelompok.
Jenis aturan | Contoh | Sikap |
|---|---|---|
Keselamatan dan kesehatan | kursi mobil anak, obat, alergi, pengawasan di dekat air atau jalan raya | Tidak bisa ditawar. Sampaikan dengan jelas dan tegas. |
Nilai penting | tidak memukul, jujur, sopan santun, aturan agama keluarga | Sepakati bersama, minta dukungan Eyang. |
Kebiasaan dan kesenangan | camilan, jam TV, jam tidur saat menginap sesekali | Beri kelonggaran. Rumah Eyang boleh sedikit berbeda. |
Gunakan pembagian ini sebelum mengajak Eyang berbicara. Jika persoalannya menyangkut obat, alergi, kursi mobil anak, atau pengawasan di dekat air dan jalan raya, sampaikan batas dengan tegas. Jika persoalannya hanya tambahan cokelat atau jam tidur yang sedikit mundur saat sesekali menginap, pertimbangkan untuk memberi ruang.
Anak-anak sebenarnya cukup mampu memahami bahwa aturan di tempat berbeda bisa berbeda. Mereka juga menghadapi aturan sekolah yang tidak sama dengan aturan rumah. Yang membingungkan bukan perbedaannya, melainkan ketika orang dewasa saling bertentangan di depan mereka.
Karena itu, hindari menjadikan anak sebagai pembawa pesan. Jangan pula berdebat tentang aturan di hadapannya. Anak tidak perlu merasa harus memilih antara mengikuti orang tua dan menyayangi Eyang.
Bagaimana membicarakan aturan anak dengan kakek-nenek?
Percakapan akan lebih mudah jika Eyang mendengar bahwa Anda menghargai bantuannya, memahami perannya, dan hanya ingin menyepakati hal yang benar-benar penting.
Biarkan anak kandung berbicara kepada orang tuanya sendiri. Suami berbicara kepada orang tuanya, sedangkan istri berbicara kepada orang tuanya. Pesan yang sama dapat terasa sangat berbeda jika datang dari menantu.
Mulai dengan terima kasih. Katakan, "Bu, kami sangat bersyukur Ibu mau bantu jaga anak-anak." Pengakuan yang tulus membuka hati sebelum Anda menyampaikan batas.
Jelaskan alasan, bukan hanya aturan. Kalimat "Dokter bilang gulanya perlu dikurangi karena giginya mulai berlubang" lebih mudah diterima daripada "Jangan kasih permen."
Tulis aturan keselamatan. Catat terutama aturan tentang obat, alergi, dan kontak darurat, lalu tempelkan di rumah Eyang.
Jangan mengkritik Eyang di depan anak. Jika ada masalah, bicarakan ketika anak tidak ada.
Terima bahwa Anda tidak bisa mengontrol semuanya. Jika Eyang menjadi pengasuh harian, hormati juga cara mereka. Ada harga yang pantas dibayar untuk bantuan yang begitu besar.
Anda tidak perlu membawa daftar panjang dalam satu percakapan. Dahulukan hal yang tidak bisa ditawar, lalu jelaskan bagian yang memang boleh berbeda di rumah Eyang. Dengan begitu, permintaan Anda lebih jelas dan tidak terdengar seperti koreksi atas setiap hal kecil.
Tamparan kecilnya
Mungkin yang paling sulit bukan meminta Eyang mengikuti aturan Anda, melainkan menerima bahwa anak boleh mendapatkan cinta dengan cara yang berbeda dari cara Anda. Selama keselamatan dan nilai-nilai penting terjaga, sedikit cokelat ekstra di rumah Eyang bukan akhir dunia.
Kelonggaran bukan berarti Anda kehilangan wibawa sebagai orang tua. Anda hanya sedang memilih batas yang sungguh perlu dijaga, sambil memberi ruang bagi hubungan anak dan Eyang untuk memiliki warna sendiri.
Coba sekarang di Familio
Undang kakek-nenek bergabung ke ruang keluarga Familio. Mereka dapat melihat jadwal cucu, catatan penting seperti alergi, obat, dan jadwal les, serta aturan inti keluarga di satu tempat. Simpan juga foto dan cerita momen mereka bersama cucu di Memori, agar Eyang merasa menjadi bagian dari tim, bukan orang luar yang terus dikoreksi.
Rujukan: Buchanan (2008), riset keterlibatan kakek-nenek dan kesejahteraan remaja, University of Oxford.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana jika aturan di rumah Eyang berbeda dengan aturan orang tua?
Pisahkan aturan menjadi tiga kelompok: keselamatan dan kesehatan, nilai penting, serta kebiasaan dan kesenangan. Bersikaplah tegas pada dua kelompok pertama, tetapi pertimbangkan kelonggaran untuk kebiasaan saat anak sesekali menginap.
Apakah anak bingung jika aturan di rumah dan rumah Eyang berbeda?
Anak cukup mampu memahami bahwa tempat berbeda dapat memiliki aturan berbeda, seperti aturan sekolah dan rumah. Yang lebih membingungkan adalah ketika orang dewasa saling bertentangan di depannya.
Bagaimana cara menegur Eyang yang memanjakan cucu?
Mulailah dengan terima kasih atas bantuan dan kasih sayangnya, lalu jelaskan alasan di balik aturan yang penting. Sebaiknya anak kandung berbicara kepada orang tuanya sendiri dan percakapan dilakukan tanpa kehadiran anak.
Aturan apa yang tidak boleh dilonggarkan di rumah Eyang?
Aturan keselamatan dan kesehatan tidak bisa ditawar, termasuk kursi mobil anak, obat, alergi, serta pengawasan di dekat air atau jalan raya. Nilai penting keluarga seperti tidak memukul, kejujuran, sopan santun, dan aturan agama juga perlu disepakati bersama.
Perlukah semua kebiasaan anak tetap sama saat menginap di rumah Eyang?
Tidak semua kebiasaan harus sama. Camilan, jam TV, atau jam tidur saat menginap sesekali dapat diberi kelonggaran selama keselamatan, kesehatan, dan nilai penting tetap terjaga.