Lewati ke isi
Familio

Pengasuhan

Good Enough Parent: Kenapa Orang Tua "Cukup Baik" Lebih Baik dari yang Sempurna

Anak tidak membutuhkan orang tua sempurna. Ia membutuhkan orang tua yang cukup baik, mau mengakui kesalahan, dan kembali memperbaiki hubungan.

Tim Familio 5 menit baca

Ibu tertawa bersama anaknya di ruang tengah dengan mainan berserakan pada sore hari
Daftar isi
  1. Apa arti good enough parent?
  2. Apakah orang tua harus selalu selaras dengan anak?
  3. Apa bahaya mengejar kesempurnaan sebagai orang tua?
  4. Apa tanda Anda sudah menjadi orang tua yang cukup baik?
  5. Tamparan kecilnya
  6. Coba sekarang di Familio

Media sosial penuh dengan orang tua yang terlihat sempurna. Bekal anak berbentuk karakter kartun, rumah rapi dengan mainan kayu edukatif, anak bisa tiga bahasa pada usia 4 tahun, dan ibu selalu tersenyum setelah olahraga pagi.

Lalu Anda melihat rumah sendiri. Bekal anak hari ini hanya nasi, telur ceplok, dan kerupuk. Mainan berserakan, dan tadi pagi Anda sempat membentak karena anak lambat memakai sepatu. Namun, anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna. Ia membutuhkan orang tua yang cukup baik, memenuhi kebutuhan dasarnya, dan mau memperbaiki hubungan ketika berbuat salah.

Kabar baik ini bukan gagasan baru. Seorang dokter anak dan psikoanalis terkenal sudah membantah standar kesempurnaan tersebut sejak lebih dari 70 tahun lalu. Jadi, hari yang berantakan tidak otomatis berarti Anda gagal sebagai orang tua.

Apa arti good enough parent?

Donald Winnicott, dokter anak dan psikoanalis asal Inggris, memperkenalkan istilah "good enough mother" atau ibu yang cukup baik pada 1950-an. Saat ini, konsep tersebut sering diperluas menjadi "good enough parent" sehingga berlaku untuk ayah dan ibu.

Menurut Winnicott, pada awal kehidupan bayi, orang tua memang berusaha merespons hampir semua kebutuhan bayi. Bayi sangat bergantung pada orang dewasa untuk makan, tidur, rasa aman, dan perhatian.

Seiring anak tumbuh, orang tua yang cukup baik secara alami tidak lagi merespons dengan sempurna. Kadang Anda terlambat. Kadang Anda salah membaca kebutuhan anak. Pada kesempatan lain, Anda terlalu lelah sehingga tidak cukup sabar.

Ketidaksempurnaan itu bukan alasan untuk mengabaikan anak. Maksudnya, kesalahan kecil dalam hubungan sehari-hari dapat menjadi bagian dari proses tumbuh, selama kebutuhan dasar anak tetap dipenuhi dan orang tua mau kembali memperbaiki hubungan.

Menurut Winnicott, dari pengalaman itulah anak belajar bahwa dunia tidak selalu langsung menuruti keinginannya. Anak belajar menunggu, menenangkan diri sendiri, dan menyadari bahwa ia mampu bertahan meskipun tidak semua kebutuhannya terpenuhi saat itu juga.

Apakah orang tua harus selalu selaras dengan anak?

Tidak. Konsep Winnicott sejalan dengan temuan Edward Tronick tentang interaksi ibu dan bayi. Tronick menemukan bahwa pasangan yang sehat hanya benar-benar sinkron sekitar 30% dari waktu.

Pada waktu lainnya, ada momen ketika ibu dan bayi tidak nyambung. Orang tua mungkin keliru membaca tangisan, terlambat merespons, atau memberi respons yang bukan sedang dibutuhkan bayi. Setelah itu, keduanya kembali mencari hubungan dan memperbaiki ketidakselarasan tersebut.

Justru proses memperbaiki hubungan itulah yang membangun rasa aman dan ketangguhan anak. Anak mengalami bahwa hubungan dapat terganggu tanpa harus berakhir, lalu bisa terasa aman kembali.

Dengan kata lain, anak tidak membutuhkan orang tua yang selalu benar. Anak membutuhkan orang tua yang cukup sering benar dan selalu mau memperbaiki keadaan ketika salah.

Ibu dan anak kembali terhubung setelah ketegangan kecil di rumah.
Hubungan yang sempat terganggu dapat kembali terasa aman ketika orang tua hadir dan memperbaikinya.

Seperti apa cara memperbaiki hubungan?

Memperbaiki hubungan dimulai dengan kembali hadir. Jika Anda membentak karena anak lambat memakai sepatu, Anda dapat mengakui bahwa cara bicara tadi tidak tepat. Anda tidak harus berpura-pura bahwa kekesalan itu tidak pernah terjadi.

Mengakui kesalahan juga tidak membuat Anda kehilangan peran sebagai orang tua. Anda sedang menunjukkan bahwa orang dewasa pun bisa keliru, bertanggung jawab, lalu mencoba lagi.

Kuncinya bukan memastikan setiap interaksi berlangsung mulus. Kuncinya adalah tidak membiarkan kesalahan menjadi jarak yang terus dibiarkan tanpa perbaikan.

Kuis: Mitos atau fakta tentang orang tua cukup baik

  1. Berapa lama pasangan ibu dan bayi yang sehat benar-benar sinkron menurut temuan Edward Tronick?

    • Sekitar 30% dari waktu
    • Sepanjang waktu
    • Hanya ketika bayi tidur
  2. Apa yang paling dibutuhkan anak ketika orang tua melakukan kesalahan?

    • Orang tua berpura-pura tidak terjadi apa-apa
    • Orang tua selalu menyelesaikan semua masalahnya
    • Orang tua mengakui kesalahan dan memperbaiki hubungan
  3. Apa yang dapat dipelajari anak dari ketidaksempurnaan yang wajar?

    • Semua keinginan harus segera dipenuhi
    • Menunggu, menenangkan diri, dan menghadapi frustrasi
    • Kesalahan selalu merusak hubungan

Apa bahaya mengejar kesempurnaan sebagai orang tua?

Orang tua yang terus mengejar kesempurnaan sering membayar harga yang mahal. Anak pun dapat ikut menanggung akibatnya.

  • Kelelahan dan kecemasan terus-menerus. Orang tua yang lelah dan cemas lebih mudah meledak, bukan menjadi lebih sabar.

  • Anak tidak belajar mengatasi frustrasi. Jika semua masalah anak langsung diselesaikan orang tua, anak tidak sempat melatih ketangguhannya.

  • Anak ikut menjadi perfeksionis. Anak belajar dari contoh. Orang tua yang tidak dapat menerima kesalahannya sendiri sering membesarkan anak yang takut berbuat salah.

Mengejar kesempurnaan juga mudah membuat perhatian Anda salah arah. Energi habis untuk membuat bekal terlihat istimewa atau rumah selalu rapi, sementara kebutuhan anak untuk merasa aman, dicintai, dan didengarkan justru terasa seperti ujian yang tidak pernah selesai.

Melepas tuntutan sempurna bukan berarti berhenti berusaha. Anda tetap menetapkan batas, memenuhi kebutuhan dasar anak, dan memperhatikan dampak tindakan Anda. Bedanya, satu pagi yang buruk tidak lagi dijadikan bukti bahwa seluruh pengasuhan Anda buruk.

Apa tanda Anda sudah menjadi orang tua yang cukup baik?

Anda mungkin sudah menjadi orang tua yang cukup baik jika sebagian besar hal berikut hadir dalam keseharian keluarga:

  • Anak Anda umumnya merasa aman dan dicintai, meskipun kadang Anda kesal.

  • Ketika Anda salah, Anda mengakuinya dan memperbaikinya.

  • Anda memenuhi kebutuhan dasar anak, yaitu makan, tidur, rasa aman, dan perhatian.

  • Anda memberi anak ruang untuk mencoba, gagal, lalu mencoba lagi.

  • Anda juga merawat diri sendiri dan tidak menghabiskan seluruh energi hingga kosong.

Daftar ini bukan ujian untuk mencari nilai sempurna. Gunakan sebagai bahan melihat pola keseharian. Satu kejadian sulit tidak menghapus semua kesempatan ketika Anda hadir, mendengarkan, atau kembali setelah melakukan kesalahan.

Kalau sebagian besar daftar tersebut ada di rumah Anda, Anda tidak sedang gagal. Anda sedang melakukan pekerjaan yang sangat baik.

Cek diri: Cek tanda orang tua cukup baik

Centang hal yang umumnya sudah hadir dalam keseharian keluarga Anda.

  • Anak umumnya merasa aman dan dicintai
  • Saya mengakui dan memperbaiki kesalahan
  • Kebutuhan makan dan tidur anak terpenuhi
  • Anak mendapat rasa aman dan perhatian
  • Anak diberi ruang untuk mencoba dan gagal
  • Saya tetap merawat diri agar energi tidak habis

Tamparan kecilnya

Anak Anda tidak membutuhkan orang tua dari Instagram. Anak Anda membutuhkan Anda, versi nyata yang kadang lelah, kadang salah, tetapi selalu kembali. Berhentilah membandingkan dapur Anda dengan etalase orang lain.

Bekal nasi dan telur ceplok tetaplah bekal yang Anda siapkan. Rumah yang belum rapi tidak menghapus rasa aman di dalamnya. Kesalahan pagi ini juga tidak harus menentukan hubungan Anda sepanjang hari, selama Anda bersedia kembali dan memperbaikinya.

Coba sekarang di Familio

Malam ini, tulis di Jurnal tiga hal yang sudah Anda lakukan dengan cukup baik untuk anak hari ini, sekecil apa pun. Mungkin Anda menyiapkan sarapan, mengantar sekolah, atau mendengarkan ceritanya. Latihan kecil ini membantu Anda melihat bahwa menjadi cukup baik setiap hari sebenarnya merupakan pencapaian yang luar biasa.

Catat tiga hal yang sudah Anda lakukan dengan cukup baik untuk anak hari ini. Buka Jurnal

Rujukan: Donald W. Winnicott, konsep "good enough mother" (1953); Norland College Journal, wawancara Edward Tronick.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa yang dimaksud dengan good enough parent?

Good enough parent adalah orang tua yang memenuhi kebutuhan dasar anak dan cukup sering merespons dengan tepat, tanpa harus selalu sempurna. Ketika melakukan kesalahan, orang tua kembali hadir, mengakuinya, dan memperbaiki hubungan.

Apakah membentak anak berarti saya gagal menjadi orang tua?

Satu kesalahan tidak otomatis berarti Anda gagal. Yang penting adalah menyadari dampaknya, mengakui cara yang tidak tepat, lalu kembali memperbaiki hubungan dengan anak.

Mengapa orang tua tidak harus selalu memahami kebutuhan anak?

Temuan Edward Tronick menunjukkan bahwa pasangan ibu dan bayi yang sehat hanya benar-benar sinkron sekitar 30% dari waktu. Rasa aman dan ketangguhan justru dibangun melalui proses kembali terhubung setelah momen tidak nyambung.

Apa tanda saya sudah menjadi orang tua yang cukup baik?

Anak umumnya merasa aman dan dicintai, kebutuhan dasarnya terpenuhi, dan Anda bersedia memperbaiki kesalahan. Anda juga memberi anak ruang untuk mencoba dan gagal, serta tetap merawat diri sendiri.

Apa dampak terlalu mengejar kesempurnaan dalam mengasuh anak?

Tuntutan sempurna dapat membuat orang tua terus lelah dan cemas sehingga lebih mudah meledak. Anak juga kehilangan kesempatan menghadapi frustrasi atau dapat belajar takut melakukan kesalahan.

Baca juga