Lewati ke isi
Familio

Pengasuhan

Technoference: Saat HP Orang Tua, Bukan HP Anak, yang Jadi Masalah

HP orang tua yang menyela interaksi dapat memicu anak makin rewel. Kenali technoference dan mulai aturan bebas HP untuk seluruh keluarga.

Tim Familio 5 menit baca

Keluarga bermain bersama di lantai ruang tengah pada malam hari, HP disimpan jauh di rak
Daftar isi
  1. Apa itu technoference dalam pengasuhan anak?
  2. Apa temuan riset tentang HP orang tua dan perilaku anak?
  3. Mengapa anak menjadi rewel saat orang tua bermain HP?
  4. Mengapa anak lebih mudah meniru kebiasaan layar orang tua?
  5. Aturan HP apa yang bisa diterapkan oleh orang tua?
  6. Tamparan kecilnya
  7. Coba sekarang di Familio

Di grup WhatsApp orang tua murid, topik yang paling sering dibahas biasanya HP anak. “Anakku kecanduan YouTube.” “Bagaimana cara membatasi game?” “Umur berapa boleh punya HP sendiri?” Namun, topik yang hampir tidak pernah dibahas adalah HP orang tuanya.

Padahal, HP orang tua yang berulang kali menyela interaksi dapat ikut memicu anak makin rewel dan berulah. Fenomena ini disebut technoference. Langkah awal yang bisa dilakukan bukan hanya membatasi layar anak, tetapi juga membuat zona dan jam bebas HP yang berlaku untuk seluruh keluarga.

Coba ingat kembali hari ini. Berapa kali Anda mengecek HP saat anak sedang bercerita? Berapa kali anak berkata, “Ma, lihat!” lalu Anda menjawab, “Iya, iya,” tanpa mengangkat kepala dari layar?

Apa itu technoference dalam pengasuhan anak?

Peneliti Brandon McDaniel dan dokter anak Jenny Radesky memberi nama untuk fenomena ini: technoference, yaitu gangguan teknologi dalam interaksi sehari-hari antara orang tua dan anak.

Gangguan itu tidak harus berupa pemakaian HP yang lama. Satu lirikan ke notifikasi, satu balasan pesan, atau kebiasaan memegang HP ketika bersama anak dapat memutus perhatian yang sedang dibutuhkan anak.

Masalah utamanya bukan sekadar ada layar di rumah. Yang perlu diperhatikan adalah saat layar berulang kali mengambil alih momen bermain, membaca, makan, menidurkan anak, atau menetapkan batasan.

Apa temuan riset tentang HP orang tua dan perilaku anak?

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Child Development tahun 2018, Brandon McDaniel dan Jenny Radesky mengikuti lebih dari 170 keluarga selama enam bulan. Para ibu melaporkan seberapa sering teknologi mengganggu interaksi mereka dengan anak, setidaknya “kadang-kadang”:

  • 65% saat bermain bersama anak

  • 36% saat membacakan buku

  • 26% saat makan

  • 26% saat menidurkan anak

  • 22% saat menegur atau memberi batasan

Temuan terpentingnya adalah semakin banyak technoference dalam interaksi orang tua dan anak, semakin meningkat perilaku bermasalah anak dari waktu ke waktu. Perilaku itu antara lain mudah frustrasi, marah, dan berulah.

Karena studi ini mengikuti keluarga yang sama selama berbulan-bulan, hasilnya memberi bukti yang lebih kuat bahwa gangguan HP orang tua mendahului peningkatan masalah perilaku anak, bukan sekadar terjadi bersamaan.

HP menjadi penghalang perhatian antara orang tua dan anak dalam rutinitas keluarga.
Technoference terjadi ketika layar berulang kali memutus perhatian orang tua dalam momen bersama anak.

Di momen mana HP paling sering menyela?

Angka tertinggi dalam studi tersebut muncul saat bermain bersama anak, yaitu 65%. Namun, interupsi juga dilaporkan saat kegiatan rutin yang membangun kedekatan, seperti membacakan buku, makan, dan menidurkan anak.

Gunakan daftar berikut untuk mengamati pola di rumah Anda. Tujuannya bukan mencari siapa yang salah, melainkan menemukan momen yang paling membutuhkan perhatian utuh.

Cek diri: Cek momen yang sering disela HP

Centang situasi yang terjadi di rumah Anda dalam beberapa hari terakhir.

  • Saya mengecek HP saat bermain bersama anak.
  • Saya mengecek HP saat membacakan buku.
  • Saya mengecek HP saat makan bersama.
  • Saya mengecek HP saat menidurkan anak.
  • Saya mengecek HP saat menegur atau memberi batasan.
  • Anak merengek, merebut HP, atau berulah ketika perhatian saya beralih ke layar.

Mengapa anak menjadi rewel saat orang tua bermain HP?

Bayangkan Anda sedang bercerita kepada teman, lalu setiap 30 detik ia melirik HP. Lama-lama Anda mungkin meninggikan suara, mengulang cerita, atau berhenti bicara sama sekali.

Anak melakukan hal yang sama, tetapi dengan cara anak-anak. Ia bisa merengek, merebut HP, berulah, atau sengaja melakukan hal yang dilarang. Bagi anak, perhatian negatif masih lebih baik daripada tidak mendapat perhatian sama sekali.

Orang tua yang merasa terganggu ketika sedang membalas pesan juga cenderung merespons dengan lebih ketus. Siklusnya lalu berputar: HP mengganggu, anak berulah, orang tua kesal, lalu anak makin berulah.

Memahami siklus ini membantu Anda melihat perilaku anak dari sudut yang berbeda. Anak mungkin bukan sekadar menuntut atau sengaja mengganggu. Ia sedang berusaha mendapatkan kembali perhatian yang terputus.

Mengapa anak lebih mudah meniru kebiasaan layar orang tua?

Ada satu hal lain yang jarang disadari. Setiap kali Anda melarang anak bermain HP sambil terus menatap layar sendiri, anak menerima dua pesan yang bertentangan.

Pesan lisan mengatakan bahwa layar perlu dibatasi. Contoh sehari-hari justru menunjukkan bahwa layar boleh terus mengambil perhatian. Anak hampir selalu lebih percaya pada apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar.

Karena itu, aturan layar akan lebih mudah dipahami jika berlaku untuk semua orang. Ayah dan Ibu tidak harus berpura-pura tidak membutuhkan HP, tetapi perlu menunjukkan kapan HP digunakan dan kapan HP disimpan.

Kuis: Sudah paham tentang technoference?

  1. Apa yang dimaksud dengan technoference?

    • Gangguan teknologi dalam interaksi sehari-hari
    • Larangan total menggunakan teknologi
    • Kebiasaan anak bermain game
  2. Dalam studi McDaniel dan Radesky, kegiatan mana yang paling sering dilaporkan terganggu teknologi?

    • Membacakan buku
    • Bermain bersama anak
    • Menidurkan anak
  3. Apa respons yang disarankan ketika orang tua harus membalas pesan kantor?

    • Mengabaikan anak tanpa penjelasan
    • Meminta anak mengambil HP lain
    • Menjelaskan kebutuhan dan batas waktunya, lalu kembali memperhatikan anak

Aturan HP apa yang bisa diterapkan oleh orang tua?

Mulailah dari aturan yang sederhana dan dapat diamati anak. Pilih satu atau dua kebiasaan lebih dahulu agar seluruh keluarga bisa menjalankannya secara konsisten.

  • Buat zona bebas HP. Tetapkan meja makan dan kamar tidur anak sebagai area tanpa HP. Aturan ini berlaku untuk semua orang, termasuk Ayah dan Ibu.

  • Tentukan jam bebas HP. Misalnya, satu jam pertama setelah pulang kerja atau satu jam sebelum anak tidur.

  • Taruh HP di luar jangkauan. Meletakkan HP menghadap ke bawah di meja masih menggoda. Simpan di laci atau ruangan lain.

  • Matikan notifikasi yang tidak penting. Sebagian besar notifikasi bisa menunggu sampai waktu bersama anak selesai.

  • Jelaskan jika memang harus memakai HP. Katakan, “Sebentar ya, Mama balas pesan dari kantor dulu, dua menit, setelah itu Mama lihat gambarmu.” Anak belajar bahwa ia tetap menjadi prioritas.

Tidak semua interupsi dapat dihindari. Ada pesan kantor atau urusan keluarga yang memang harus dijawab. Yang membedakan adalah Anda menjelaskan kebutuhan itu, memberi batas waktu yang jelas, lalu kembali menaruh perhatian pada anak.

Tamparan kecilnya

Sebelum sibuk mencari aplikasi untuk membatasi layar anak, coba periksa laporan screen time di HP Anda sendiri. Anak tidak kecanduan layar di ruang hampa. Mereka belajar dari contoh yang paling dekat.

Pertanyaannya bukan hanya, “Berapa lama anak menatap layar?” Tanyakan juga, “Berapa kali layar saya memutus percakapan, permainan, atau rutinitas bersama anak hari ini?”

Coba sekarang di Familio

Sepakati satu atau dua “jam bebas HP” untuk seluruh keluarga, lalu masukkan ke kalender keluarga Familio sebagai agenda berulang. Pada akhir minggu, tulis di Jurnal apa yang berubah dari suasana rumah. Banyak keluarga kaget melihat betapa cepat anak-anak menjadi lebih tenang.

Buat satu atau dua jam bebas HP sebagai agenda keluarga berulang mulai minggu ini. Buat Agenda

Sumber: ZERO TO THREE, Technoference: Parent Mobile Device Use and Implications for Children; McDaniel & Radesky (2018), Child Development

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu technoference dalam pengasuhan anak?

Technoference adalah gangguan teknologi dalam interaksi sehari-hari antara orang tua dan anak. Contohnya, orang tua mengecek HP ketika anak sedang bercerita, bermain, makan, atau bersiap tidur.

Apakah HP orang tua bisa membuat anak semakin rewel?

Studi McDaniel dan Radesky pada 2018 menemukan bahwa semakin banyak technoference, semakin meningkat perilaku bermasalah anak dari waktu ke waktu. Perilaku tersebut meliputi mudah frustrasi, marah, dan berulah.

Mengapa anak berulah saat orang tua melihat HP?

Anak dapat merengek, merebut HP, atau melakukan hal yang dilarang untuk mendapatkan kembali perhatian orang tua. Siklus bisa memburuk ketika orang tua yang sedang membalas pesan merespons anak dengan lebih ketus.

Bagaimana cara mengurangi penggunaan HP saat bersama anak?

Tentukan zona bebas HP, jam bebas HP, dan simpan perangkat di luar jangkauan. Matikan notifikasi yang tidak penting, serta jelaskan dengan jujur jika Anda memang harus membalas pesan.

Apakah aturan bebas HP harus berlaku untuk orang tua juga?

Ya, aturan sebaiknya berlaku untuk seluruh keluarga, termasuk Ayah dan Ibu. Anak lebih mudah mengikuti batasan ketika contoh yang dilihatnya selaras dengan aturan yang didengarnya.

Baca juga